Basuki: Dahulu Pengelolaan Sampah di Jakarta Sangat Buruk

Kompas.com - 14/07/2014, 11:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri acara peresmian pengoperasian 92 unit truk sampah baru di lapangan Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (11/12/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri acara peresmian pengoperasian 92 unit truk sampah baru di lapangan Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (11/12/2013).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, pengelolaan sampah di Jakarta pada masa lalu sangat buruk, terutama saat masih dikelola oleh pihak swasta.

Pasalnya, menurut dia, sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan mengambil alih pengelolaan sampah pada April 2014, barulah terungkap fakta bahwa jumlah truk sampah laik operasi di Jakarta masih kurang.

"Setelah kita mengambil alih pengelolaan sampah, tiba-tiba kaget jumlah truk tidak cukup. Sampahnya meningkat. Nah, logika saya cuma dua, ini membuktikan bahwa dulu ini sampahnya tidak diangkut. Kalau dulu kamu udah ngangkut di DKI, berarti truk kamu cukup dong. Kenapa tiba-tiba sekarang truk sampahnya tidak cukup? Berarti ada persoalan berarti kan," ujarnya seusai acara serah terima truk sampah dari PT Summarecon Abadi, di Balaikota Jakarta, Senin (14/7/2014).

Ahok, sapaan akrab Basuki, bahkan mencurigai sampah-sampah yang diangkut tidak dibawa ke TPA Bantar Gebang, tetapi dibuang langsung ke sungai. Bila hal tersebut terbukti, dia menilai selama bertahun-tahun Jakarta telah menghabiskan banyak dana untuk hal yang sia-sia.

"Jangan-jangan sampah-sampah kita pada mereka buang ke sungai. Kita bayar kamu dua kali. Sudah nyapu dibayar, cemplungin dibayar. Dari sungai diangkut, masukin lagi bayar," tambahnya.

Oleh karena itu, Ahok menyambut baik mulai banyaknya pihak-pihak swasta yang menyumbangkan truk-truk sampah ke Pemerintah Provinsi DKI. Dia yakin, dengan semakin banyaknya jumlah truk sampah, pengelolaan sampah menjadi lebih mudah.

Sebelum menerima sumbangan truk sampah dari Summarecon, Pemprov DKI juga sudah beberapa kali menerima sumbangan serupa, di antaranya dari Perhimpunan Pengusaha Tionghoa, PT Gaya Makmur, Taipei Economic and Trade Office, Bank Mandiri, dan Indonesia Petroleum Association.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Megapolitan
Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X