Apa Perbedaan MRT dengan KRL?

Kompas.com - 18/07/2014, 10:13 WIB
MRT merupakan transportasi umum yang mudah dan murah di Kuala Lumpur. KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANMRT merupakan transportasi umum yang mudah dan murah di Kuala Lumpur.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Muhammad Nasyir mengatakan bahwa secara fisik kereta mass rapid transit (MRT) tidak memiliki perbedaan dengan kereta rel listrik (KRL) yang saat ini beroperasi di Jakarta dan sekitarnya. Selain akan beroperasi di rel yang memiliki lebar yang sama, kereta MRT ataupun KRL juga sama-sama mengambil energi dari listrik yang dialiri dari bagian atas.

"Jadi apa yang membedakan MRT dan KRL, hampir tidak ada yang membedakan. Lebar rel sama dan listrik yang digunakan berasal dari aliran atas sehingga nantinya tidak menutup kemungkinan ada connecting," kata Nasyir, di Crown Plaza Hotel, Jakarta, Kamis (17/7/2017).

Menurut Nasyir, perbedaan MRT dan KRL hanya terletak pada pelayanannya. Karena jalur MRT hanya berada di koridor layang dan bawah tanah, nantinya tidak akan ada rel yang bersinggungan dengan jalan raya (perlintasan sebidang).

"Karena tidak ada perlintasan sebidang, pelayanannya jadi lebih cepat. Nantinya keretanya akan tiba di stasiun per 5 merit," ujarnya.

MRT Jakarta diperkirakan akan beroperasi pada 2017. Nantinya, MRT akan melayani rute Lebak Bulus-Kampung Bandan. Dari Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja, MRT akan berjalan di atas koridor layang. Adapun dari Sisingamangaraja hingga Kampung Bandan, MRT akan berjalan di atas koridor bawah tanah.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X