Ahok: Tolong yang Pakai Baju Kotak-kotak, Pacaran Tangannya Jangan ke Mana-mana

Kompas.com - 11/08/2014, 21:30 WIB
Pedagang kaki lima (PKL) membeludak di Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) Monas, Jakarta. Pengunjung menyayangkan ketidaktegasan Pemprov DKI dalam mengatasi PKL ini. Foto diambil pada Sabtu (14/6/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPedagang kaki lima (PKL) membeludak di Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) Monas, Jakarta. Pengunjung menyayangkan ketidaktegasan Pemprov DKI dalam mengatasi PKL ini. Foto diambil pada Sabtu (14/6/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki harapan kepada Rini Hariyani yang telah dilantik menjadi Kepala Unit Pengelola (UP) Monumen Nasional (Monas). 

Wanita berusia 50 tahun itu diberi tanggung jawab untuk mengelola kawasan seluas 82 hektar itu, baik dari sisi pedagang kaki lima (PKL), wisata, dan sebagainya. "Saya harap Bu Rini bisa mengontrol lahan sebesar itu," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Senin (11/8/2014).

Basuki berharap Rini juga mampu mengelola kamera pengintai (CCTV) dan speaker yang ada di lingkungan Monas. Jangan sampai ada tindak kriminalitas terjadi di kawasan itu. Para satpam UP Monas juga diminta berani menindak para PKL dan pengunjung yang kerap memadu kasih di balik semak-semak Taman Monas.

Basuki memberi contoh, jika ada pengunjung yang tertangkap sedang berpacaran, maka satpam Monas dapat membuat malu tindakan mereka melalui speaker dan mikrofon yang tersedia. "Tolong ya yang pakai baju kotak-kotak, kalau pacaran tangannya jangan ke mana-mana. Kira-kira seperti itu kontrolnya," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.


Lebih lanjut, Basuki mengaku tetap melakukan evaluasi rutin kepada Rini. Meski Rini mendekati usia pensiun, ia percaya bahwa wanita itu telah mengerti semua tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya untuk membereskan kawasan Monas.

Basuki juga telah meminta bantuan Pangdam Jaya dan kepolisian untuk menjaga pintu Monas. Tak hanya itu, ratusan personel Satpol PP juga dikerahkan untuk menjaga kawasan Monas dari serbuan para PKL.

Pada kesempatan berbeda, Rini mengaku bakal membenahi kawasan Monas secara bertahap. Salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikannya adalah penataan PKL. Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya bakal bekerja sama dengan Asosiasi PKL dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI.

"Monas ini kan ikon Indonesia, posisinya di ring 1. Jadi, kami tidak boleh menyamakan Monas dengan tempat wisata lainnya," kata Rini setelah dilantik Sekda DKI Saefullah, Senin siang tadi.
Ke depannya, DKI bakal menerapkan sistem e-ticketing bagi para pengunjung Monas. Setiap pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 untuk pembenahan Monas.

Baca juga: Akhir Tahun, Masuk Kawasan Monas Pakai Tiket Elektronik

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X