Pegawai Universitas Indonesia Unjuk Rasa Tuntut Pembayaran Tunjangan Kinerja

Kompas.com - 04/09/2014, 16:05 WIB
Ratusan karyawan UI berunjuk rasa di gedung rektorat dengan membentangkan poster menuntut tunjangan kinerja mereka yang tak lagi mereka terima sejak Juli 2012, Kamis (4/9/2014). Wartakotalive.com/Budi Sam Law MalauRatusan karyawan UI berunjuk rasa di gedung rektorat dengan membentangkan poster menuntut tunjangan kinerja mereka yang tak lagi mereka terima sejak Juli 2012, Kamis (4/9/2014).
EditorDesy Afrianti
DEPOK, KOMPAS.com - Sedikitnya 187 karyawan Universitas Indonesia (UI) yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) melakukan unjuk rasa di Gedung Pusat Administrasi (PAU) Kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis (4/9/2014).

Mereka menuntut pembayaran tunjangan kinerja (tukin) yang sejak Juli 2012 tidak lagi dibayarkan pimpinan UI ke karyawan, tanpa alasan yang jelas.

Koordinator aksi, Hery Purwanto, mengatakan unjuk rasa ini dilakukan setelah mereka beberapa kali meminta kepada pimpinan atau rektorat membicarakan hal ini.

Selain itu, mereka sudah berupaya melakukan pembicaraan secara musyawarah dan kekeluargaan dengan rektorat. Namun, kata dia, selalu tidak ditanggapi oleh pihak rektorat UI dan tidak ada kepastian untuk tunjangan kinerja mereka.

"Akhirnya kami putuskan untuk unjuk rasa. Saat ini ada 187 karyawan PNS yang demo dari 803 karyawan yang belum dibayarkan tunjangan kinerjanya sejak 2012 lalu," kata Herry yang bekerja di staf di Fakultas Tehnik (FT) UI, sudah selama 30 tahun.

Dia mengatakan, terhentinya pembayaran tukin hanya terjadi di UI padahal, PNS dari kementerian lain sudah dibayarkan. "Sebab biasanya sama dengan PNS kementerian lain," kata Herry yang mengaku karena masuk grade 5 jumlah tukinnya Rp 1,950 juta per bulan.

Menurut Herry, para karyawan mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika hingga Jumat tidak ada kepastian dan penjelasan mengenai tukin mereka. (Budi Sam Law Malau)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

Megapolitan
Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Megapolitan
Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Megapolitan
Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Megapolitan
Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Megapolitan
Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Megapolitan
LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

Megapolitan
Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.