Kompas.com - 11/09/2014, 19:43 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
DEPOK, KOMPAS.com — Warga RT 2 dan RT 3 RW 2 Desa Kemirimuka, Beji, Depok, Jawa Barat, yang lahannya tergusur untuk pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) II, masih menunggu pembayaran ganti rugi.

Menurut koordinator masyarakat gusuran setempat, H Nawawi, ada lebih kurang 50 bangunan yang masih ditempati penghuninya karena belum mendapat ganti rugi, termasuk rumah miliknya.

"Sebenarnya sudah tidak ada masalah. Besaran ganti rugi yang ditawarkan juga cukuplah kalau saya hitung-hitung. Kami tunggu langkah Pemkot (Depok) saja," kata Nawawi di kediamannya, RT 2 RW 2 Kemirimuka, Beji, Depok, Kamis (11/9/2014).

Nawawi pun menyebutkan angka Rp 6,36 juta untuk besaran ganti rugi per meter tanah yang akan dia dapatkan. Dengan nominal itu, dia menganjurkan warga di lingkungannya untuk menerima ganti rugi tersebut dan merelakan lahan mereka.

Menurut Nawawi, sebagian warga yang lebih dulu mendapat ganti rugi untuk proyek yang sama memperoleh nilai yang lebih kecil. Dia mengakui, harga lama ganti rugi itu yang membuatnya bertahan hingga sekarang.

"Dulu mereka tahan harga, kami tahan harga. Pokoknya jangan sampai proyek ini menyentuh lahan yang belum diberikan ganti ruginya," kata pria yang sudah tinggal di Kemirimuka sejak 1974 itu.

Pada akhir Agustus 2014, Ombudsman mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan pembangunan jalan tol ini. Rekomendasi itu keluar karena proyek ini dinilai mala-administrasi terkait proses pembebasan lahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tandon Air dari Proyek LRT di Setiabudi Jebol, Polisi: Mandor Mengaku Sudah Sesuai SOP

Tandon Air dari Proyek LRT di Setiabudi Jebol, Polisi: Mandor Mengaku Sudah Sesuai SOP

Megapolitan
Wagub DKI Larang Pedagang Jual Hewan Kurban di Trotoar

Wagub DKI Larang Pedagang Jual Hewan Kurban di Trotoar

Megapolitan
Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Upaya Penyelundupan 5 Kg Kalajengking ke Korea Selatan

Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Upaya Penyelundupan 5 Kg Kalajengking ke Korea Selatan

Megapolitan
Mal di Jakarta yang Buka Sentra Vaksin Booster Juli 2022

Mal di Jakarta yang Buka Sentra Vaksin Booster Juli 2022

Megapolitan
Hari Kedua Rekayasa Lalin di Bundaran HI, Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar

Hari Kedua Rekayasa Lalin di Bundaran HI, Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar

Megapolitan
Pemeriksaan Diperketat, 14 Calon Jemaah Haji Indonesia Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta karena Masalah Visa

Pemeriksaan Diperketat, 14 Calon Jemaah Haji Indonesia Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta karena Masalah Visa

Megapolitan
Ungkap Penyebab Jebolnya Tandon Air, Polisi Bakal Panggil Kepala Proyek LRT di Rasuna Said

Ungkap Penyebab Jebolnya Tandon Air, Polisi Bakal Panggil Kepala Proyek LRT di Rasuna Said

Megapolitan
PPKM Level 2, Wali Kota Tangerang Imbau Masyarakat Bawa Alat Ibadah Sendiri saat Shalat Idul Adha

PPKM Level 2, Wali Kota Tangerang Imbau Masyarakat Bawa Alat Ibadah Sendiri saat Shalat Idul Adha

Megapolitan
Jenazah Perempuan di Kali Krukut Korban Pembunuhan, Pelakunya Ditangkap di Brebes

Jenazah Perempuan di Kali Krukut Korban Pembunuhan, Pelakunya Ditangkap di Brebes

Megapolitan
Saat Dicurigai Warga, Pencuri UPS ATM Bank di Koja Mengaku Ingin Perbaiki Mesin

Saat Dicurigai Warga, Pencuri UPS ATM Bank di Koja Mengaku Ingin Perbaiki Mesin

Megapolitan
Warga Cilincing Diduga Terkena Peluru Nyasar dan Terluka di Kaki, Polisi Selidiki

Warga Cilincing Diduga Terkena Peluru Nyasar dan Terluka di Kaki, Polisi Selidiki

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Transportasi Umum Tetap 100 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Transportasi Umum Tetap 100 Persen

Megapolitan
Pengendara yang Mobilnya Tak Lulus Uji Emisi di Jakarta Akan Disanksi

Pengendara yang Mobilnya Tak Lulus Uji Emisi di Jakarta Akan Disanksi

Megapolitan
Babinsa dan Warga Tangkap Pencuri Mesin UPS ATM Bank di Koja

Babinsa dan Warga Tangkap Pencuri Mesin UPS ATM Bank di Koja

Megapolitan
Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Ini Tanggapan Asosiasi Pusat Belanja DKI

Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Ini Tanggapan Asosiasi Pusat Belanja DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.