Jokowi: Harusnya MRT Dibangun 26 Tahun yang Lalu

Kompas.com - 19/09/2014, 08:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (tengah), didampingi Direktur Utama PT MRT Dono Boestami dan Direktur Teknik Muhammad Nasyir, saat meninjau lokasi pembangunan stasiun MRT, di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2014) Alsadad RudiGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (tengah), didampingi Direktur Utama PT MRT Dono Boestami dan Direktur Teknik Muhammad Nasyir, saat meninjau lokasi pembangunan stasiun MRT, di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2014)
Penulis Ihsanuddin
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai proyek pembangunan mass rapid transit yang tengah dibangun saat ini sebenarnya sudah terlambat. Seharusnya, kata Jokowi, pembangunan angkutan transportasi massal itu sudah mulai dikerjakan sejak 26 tahun lalu.

"Harusnya MRT 26 tahun lalu sudah dimulai dan 20 tahun lalu sudah kita miliki. Karena rencananya sudah 26 tahun yang lalu," kata Jokowi dalam diskusi "Indonesia Hari Ini" di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2014) malam.

Namun, kata Jokowi, dari tahun ke tahun Jakarta justru lebih memprioritaskan pembangunan jalan tol dibandingkan transportasi massal. Akibatnya, mobil-mobil pribadi justru mendominasi dan menimbulkan kemacetan yang tak terhindarkan di Ibu Kota.

"Data yang saya dapatkan tahun 80-an, transportasi umum ada 18 persen, tapi sekarang turun 4 persen. Yang banyak mobil-mobil pribadi. Ini sebuah kekeliruan besar," ujar dia.


Jokowi mengaku puas bisa memulai pembangunan proyek angkutan massal dalam kepemimpinannya yang singkat di Ibu Kota. Setelah menjadi presiden nanti, dia berjanji akan tetap memprioritaskan angkutan massal baik di Jakarta maupun di kota-kota besar lainnya.

"Jangan didahulukan jalan tolnya dulu. Kalau jalan tol dibuat yang masuk adalah mobil. Transportasi massal harus jadi pilihan utama kita," ujarnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Megapolitan
Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Megapolitan
Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Megapolitan
Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Megapolitan
Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Megapolitan
Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Megapolitan
Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Megapolitan
Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Megapolitan
Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Megapolitan
Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Megapolitan
Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Megapolitan
Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Megapolitan
Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Megapolitan
35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X