"Di India Rp 24 Juta, Harga Bajaj Biru di Indonesia Jadi Rp 70 Juta!"

Kompas.com - 22/10/2014, 20:25 WIB
Pengemudi bajaj saat mengikuti aksi unjukrasa di depan Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013). Dalam aksi itu mereka menuntut realisasi peremajaan armada bajaj di Jakarta.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPengemudi bajaj saat mengikuti aksi unjukrasa di depan Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013). Dalam aksi itu mereka menuntut realisasi peremajaan armada bajaj di Jakarta.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Harga pasaran bajaj yang menggunakan bahan bakar gas (BBG) alias bajaj biru di Indonesia dinilai terlalu mahal. Harga jual bajaj biru di Indonesia hampir tiga kali harga di negara asalnya.

"Waktu 2006, harga bajaj biru hanya Rp 33 juta (per unit). Harganya waktu itu di India hanya 1.800 dollar AS. Sekarang, walaupun di sana sudah naik, tapi naiknya cuma (jadi) 2.024 dollar AS, (sementara) di sini harganya sudah Rp 70 juta. Tidak punya duit saya (untuk peremajaan)," kata salah satu pengusaha bajaj, Wartika Saputra, Rabu (22/10/2014).

Dalam kurs saat ini, harga jual bajaj di negara asalnya, India, saat ini ialah sekitar Rp 24 juta. Karena itu, dia berpendapat harga jual Rp 70 juta di Indonesia terlalu mahal. Dari 87 bajaj yang dimilikinya, Wartika tak menampik hanya 30 yang merupakan bajaj biru, yang dia beli pada 2006.

Pengusaha bajaj yang lain, Anas, menilai mahalnya bajaj ini karena kendaraan tersebut masih saja masuk kategori barang mewah. "Terkendalanya peremajaan ya karena itu. Bea masuk tinggi karena digolongkan barang mewah. Itu yang bikin susah peremajaan," keluh dia.

Seperti diberitakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan selambat-lambatnya pada akhir 2016 sudah tidak ada lagi bajaj oranye di seluruh wilayah DKI Jakarta. Namun, sampai Oktober 2014 ini, masih ada 8.000 bajaj oranye dari total 14.000 bajaj di Ibu Kota.

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Perhubungan DKI berencana mengubah pola dalam proses pengadaan bajaj BBG, dengan mengizinkan pemilik bajaj oranye yang ingin mengganti bajajnya agar dapat langsung berhubungan dengan produsen atau distributor.

Apabila pemilik bajaj dapat berhubungan langsung dengan distributor yang mereka inginkan, diharapkan akan ada banyak produsen dan distributor yang memasok bajaj ke Indonesia sehingga harganya pun bisa turun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Megapolitan
Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Megapolitan
Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Megapolitan
Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Persiapan Hadapi Lonjakan Kasus, RSUD Cengkareng: Kamar dan Alat Siap

Persiapan Hadapi Lonjakan Kasus, RSUD Cengkareng: Kamar dan Alat Siap

Megapolitan
UMK Bekasi Naik Rp 33.000, Wali Kota Pepen: Kita Patut Bersyukur

UMK Bekasi Naik Rp 33.000, Wali Kota Pepen: Kita Patut Bersyukur

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Anggota DPRD: Direksi Harus Dicopot!

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Anggota DPRD: Direksi Harus Dicopot!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.