Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini 2 Calon Wakil Ahok dari PDI-P

Kompas.com - 20/11/2014, 07:59 WIB
Alsadad Rudi

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama telah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tahap selanjutnya yang akan dilakukan oleh Ahok adalah memilih orang yang akan menjadi Wakil Gubernur untuk mendampinginya selama tiga tahun ke depan.

PDI Perjuangan menjadi salah satu pihak yang mengincar posisi tersebut. Hal itu diakui Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto, saat ini PDI-P tengah mempersiapkan salah seorang kader terbaik untuk diajukan ke Ahok.

"Kami siapkan kader terbaik mengisi jabatan lowong itu. Salah satu syaratnya adalah mampu bekerja sama dengan Ahok," kata Hasto saat dihubungi, Rabu (17/11/2014).

Menurut Hasto, saat ini ada dua kader yang menjadi kandidat kuat untuk diajukan ke Ahok. Keduanya yakni mantan Wakil Ketua DPRD DKI Boy Sadikin dan mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat. Hasto menganggap kedua figur tersebut sangat pas untuk mendampingi Ahok. Namun siapa yang nantinya lebih laik untuk diajukan ke Ahok, Hasto menyebut hal itu menjadi keputusan penuh dari Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri. Ia hanya berujar bahwa sampai saat ini proses penjaringan calon masih berlangsung.

"Pak Boy paham dengan persoalan di Jakarta. Apalagi dia juga berpengalaman di legislatif. Kalau Pak Djarot berhasil memimpin Blitar dua periode," papar Hasto.

Saat pelantikan Ahok di Istana Negara pada Rabu kemarin, Megawati dan Boy tampak hadir. Keduanya pun ikut memberikan selamat kepada Ahok usai prosesi pengambilan sumpah. Sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014, Ahok memiliki kewenangan untuk memilih sendiri wakilnya maksimal dalam 15 hari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Megapolitan
PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Megapolitan
Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Megapolitan
Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Megapolitan
Pedagang Siomay di Kebayoran Berkurban Tiap Tahun, Patungan Rp 3,5 Juta untuk Beli Sapi

Pedagang Siomay di Kebayoran Berkurban Tiap Tahun, Patungan Rp 3,5 Juta untuk Beli Sapi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com