Ketua DPRD DKI: Tiket Masuk Ancol Kemahalan!

Kompas.com - 01/12/2014, 06:55 WIB
Pengunjung berfoto di ornamen Natal dan Tahun Baru 2014 yang dipajang di Bunderan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Selasa (24/12/2013). Menjelang perayaan Tahun baru 2014, sejumlah tempat wisata memajang ornamen dan mengadakan berbagai program acara.  WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPengunjung berfoto di ornamen Natal dan Tahun Baru 2014 yang dipajang di Bunderan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Selasa (24/12/2013). Menjelang perayaan Tahun baru 2014, sejumlah tempat wisata memajang ornamen dan mengadakan berbagai program acara.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turun tangan dalam mengkaji ulang harga tiket terbaru untuk bisa masuk ke Taman Impian Jaya Ancol. Menurut dia, harga tiket yang ada saat ini terlampau mahal.

"Harga tiket masuk TIJA yang berlaku saat ini harus dikaji ulang. Sudah banyak keluhan warga dengan mahalnya harga tiket masuk yang baru ini," kata Pras, di Jakarta, Minggu (30/11/2014).

Pras menganggap tidak sepatutnya TIJA menerapkan harga tiket yang mahal. Sebab, kata Pras, TIJA dikelola oleh PT Pembangunan Jaya Ancol yang merupakan BUMD milik Pemprov DKI. BUMD itu sendiri, lanjutnya, terkadang mendapat kucuran modal dari Pemprov DKI yang notabene berasal dari kas APBD.

"TIJA harus mengakomodir seluruh lapisan masyarakat untuk berekreasi. Salah satunya dengan memberlakukan harga tiket masuk yang terjangkau bagi warga," ujar Pras.


Saat ini harga tiket masuk TIJA sebesar Rp 25.000 per orang. Adapun biaya untuk pengunjung yang membawa kendaraan yakni Rp 20.000 untuk mobil dan Rp 15.000 per motor. Menurut Pras, harga tersebut sangat membebani sebuah keluarga sedernana. Ia pun menyontohkan sebuah keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dua anak, dan hanya memiliki sebuah sepeda motor.

"Tiket masuknya saja sudah harus mengeluarkan uang Rp 95.000. Ini jelas sangat memberatkan untuk warga kelas ekonomi menengah ke bawah," ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X