Pengacara: Tidak Ada Bukti Adanya Kejahatan Seksual di JIS, Terdakwa Harus Bebas

Kompas.com - 01/12/2014, 19:04 WIB
KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO Terdakwa kasus kejahatan seksual di Jakarta International School (JIS), Agun Iskandar, tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2014). Ia akan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara para terdakwa kasus dugaan asusila yang terjadi di Jakarta International School (JIS), Patra M Zen, menyebutkan sampai dengan hari ini tidak ada bukti adanya kejahatan seksual yang melibatkan kliennya. Patra menyatakan, seharusnya majelis hakim nantinya memberikan putusan bebas pada para kliennya.

Dirinya mengacu pada apa yang disampaikan saksi ahli pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia, Chairul Huda, pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (1/12/2014), tentang asas in dubio pro reo. Asas ini, lanjut Patra, menerangkan bahwa di dalam putusan yang berlaku di Indonesia, jika ada keraguan mengenai kebersalahan seseorang maka putusannya yang diambil adalah yang menguntungkan, yakni membebaskan terdakwa.

Selama proses persidangan yang telah berjalan hingga kali ke 18 ini, ia mengatakan, tidak ada bukti medis dan keterangan ahli yang meyakinkan bahwa kliennya melakukan kejahatan seksual di JIS,

"Harus memang ada alat bukti yang sah dan meyakinkan," kata Patra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin siang.

Patra juga mengacu pada keterangan ahli Patologi Forensik, Dokter Evi, yang juga menjadi saksi ahli di sidang hari ini. Dirinya menyebut, Dokter Evi menyatakan, tidak dapat disimpulkan adanya kejahatan seksual.

"Dan berdasarkan pengalamannya (Dokter Evi), itu tidak pernah ditemukan ada seorang anak disodomi berulang kali oleh lima orang, tidak dapat dilihat luka tandanya, atau hasilnya adalah normal," ujar Patra.

"Terkait semua alat bukti medis yang kami sampaikan, Dokter Evi tidak pernah menemukan sama sekali perkara seperti ini. Kalau memang terjadi (kekerasan asusila), pasti ada luka (di korban)," ujar Patra.

Hari ini, tiga saksi ahli dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan asusila terhadap bocah MAK, pelajar Taman Kanak-kanak JIS. Tiga ahli itu masing-masing membidangi forensik, pakar hukum pidana/kriminolog, dan ahli investigasi kasus anak. Dalam sidang ini, lima orang terdakwa juga hadir mengikuti persidangan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorHindra Liauw

Terkini Lainnya

BPN: Kalau Pidato Pak Prabowo Mau Ditiru oleh Pak Jokowi, Ya Tidak Apa-apa

BPN: Kalau Pidato Pak Prabowo Mau Ditiru oleh Pak Jokowi, Ya Tidak Apa-apa

Nasional
Pasar Ikan Modern Muara Baru Tak Jual Ikan dari Teluk Jakarta

Pasar Ikan Modern Muara Baru Tak Jual Ikan dari Teluk Jakarta

Megapolitan
'Black History Month', Ini Penemu Afrika-Amerika yang Nyaris Terlupakan

"Black History Month", Ini Penemu Afrika-Amerika yang Nyaris Terlupakan

Internasional
Proses Panjang di Balik Khasiat Jamu Kemasan

Proses Panjang di Balik Khasiat Jamu Kemasan

Edukasi
Sekda Kendal: Sekarang Film Porno Sudah Diblokir, Saya Cari Sudah Tidak Bisa

Sekda Kendal: Sekarang Film Porno Sudah Diblokir, Saya Cari Sudah Tidak Bisa

Regional
Pemimpin Oposisi Nekat Berangkat, Venezuela Tutup Perbatasan Kolombia

Pemimpin Oposisi Nekat Berangkat, Venezuela Tutup Perbatasan Kolombia

Internasional
Waspadai Penyalahgunaan BBM, Polisi Razia Mobil Pick-Up di SPBU

Waspadai Penyalahgunaan BBM, Polisi Razia Mobil Pick-Up di SPBU

Regional
Parkir Liar di Jalan Protokol Bekasi, Siap-siap Kendaraan Ditempel Stiker 'Nyeleneh'

Parkir Liar di Jalan Protokol Bekasi, Siap-siap Kendaraan Ditempel Stiker "Nyeleneh"

Megapolitan
VIDEO: Hoaks atau Fakta Sepekan 18-23 Februari 2019

VIDEO: Hoaks atau Fakta Sepekan 18-23 Februari 2019

Nasional
Kemenkeu Pastikan Pemberian THR Sesuai Jadwal, Setelah Pemilu

Kemenkeu Pastikan Pemberian THR Sesuai Jadwal, Setelah Pemilu

Nasional
Banyak yang Merekam tetapi Tak Menolong, Ini Fakta Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Lampung

Banyak yang Merekam tetapi Tak Menolong, Ini Fakta Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Lampung

Regional
Petugas Kekurangan Mesin Pompa Air untuk Padamkan Kebakaran Lahan di Bengkalis

Petugas Kekurangan Mesin Pompa Air untuk Padamkan Kebakaran Lahan di Bengkalis

Regional
Ada Konser Kebangsaan di Monas, Kepala UPK Minta Pengamanan Ditambah

Ada Konser Kebangsaan di Monas, Kepala UPK Minta Pengamanan Ditambah

Megapolitan
4 Fakta Mengenai MRT Jakarta yang Mulai Beroperasi Maret 2019

4 Fakta Mengenai MRT Jakarta yang Mulai Beroperasi Maret 2019

Megapolitan
MK: Uji Materi Soal Surat Suara Tambahan Bisa Diputuskan dengan Cepat

MK: Uji Materi Soal Surat Suara Tambahan Bisa Diputuskan dengan Cepat

Nasional

Close Ads X