Kamera Dede Simpan Kenangan Terakhir Korban Tabrak Lari di Cipularang

Kompas.com - 03/12/2014, 12:45 WIB
Salah satu foto kebersamaan terakhir Fathkun Nadjib bersama keluarga yang diabadikan Yusuf Ramdhan (Dede) sebelum Nadjib menjadi korban tabrak lari ketika menolong korban kecelakaan di Tol Cipularang, Sabtu (29/11/2014). KOMPAS.COM/ADYSTA PRAVITRARESTUSalah satu foto kebersamaan terakhir Fathkun Nadjib bersama keluarga yang diabadikan Yusuf Ramdhan (Dede) sebelum Nadjib menjadi korban tabrak lari ketika menolong korban kecelakaan di Tol Cipularang, Sabtu (29/11/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah kamera kecil, GoPro, menyimpan kenangan terakhir dari mendiang Fathkun Nadjib (50), pemimpin klub offroad Jelajah Tanah Air (Jelata) yang menjadi korban tabrak lari di Kilometer 97+400 Tol Cipularang, Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (29/11/2014) malam.

Kamera itu memotret berbagai momen pria yang akrab disapa Pakde Nadjib bersama keluarganya.

Seorang kerabat korban, Krisna, mengatakan, kamera itu adalah milik putra Nadjib, Yusuf Ramdhan atau Dede (27). Dede merupakan orang pertama yang melihat jelas kejadian tragis ayahnya itu.

"Dede memang suka fotografi. Dia merekam dan memotret setiap momen," kata Krisna di rumah korban, Jalan H Mu'in, Depok, Selasa (2/12/2014) malam.

Kamera GoPro itu sendiri baru dibeli hari Jumat atau sehari sebelum kejadian tragis merenggut nyawa Nadjib. Saat membeli itu, Nadjib menemani Dede hingga GoPro menjadi hak milik anak semata wayangnya tersebut.

Hari Sabtu, korban bersama istri, anak, dan keponakan perempuannya menghadiri undangan di Bandung. Dede tak lupa membawa GoPro terbarunya.

Cukup banyak momen diabadikan pada hari itu, termasuk saat sang ayah menolong pengendara yang terjepit di dalam mobil di Tol Cipularang.

"Ada foto terakhir Om Nadjib sama keluarga di mobil. Dede juga share di Path foto makan bersama Om Nadjib hari itu," tutur Krisna.

Krisna mengatakan, Sabtu malam saat kejadian, Nadjib bermaksud membantu sopir yang tergencet. Dengan maksud mrngabadikan momen, Dede merekam bantuan sang ayah.

Belum lama Dede merekam, mobil berkecepatan tinggi menghantam Nadjib hingga terbujur di atas aspal.

"Dede juga sempat jatuh kan pas ngerekam Om Nadjib. Dede luka luarnya cukup parah dibandingkan almarhum," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan TNI Akan Tempatkan Aparat di Pasar Swalayan Selama PSBB Jakarta

Polisi dan TNI Akan Tempatkan Aparat di Pasar Swalayan Selama PSBB Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Boleh Berboncengan asal Tujuannya Sama dengan Si Pengendara Motor

Dishub DKI: Boleh Berboncengan asal Tujuannya Sama dengan Si Pengendara Motor

Megapolitan
Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Megapolitan
GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

Megapolitan
Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Megapolitan
DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X