Kompas.com - 22/12/2014, 14:01 WIB
Aparat Sapol PP Pemprov DKI Jakarta membongkar kios pedagang kaki lima di lapangan Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI) kawasan Monumen Nasional, Kamis (16/10/2014) KOMPAS.COM/PRAVITA RESTU ADYSTAAparat Sapol PP Pemprov DKI Jakarta membongkar kios pedagang kaki lima di lapangan Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI) kawasan Monumen Nasional, Kamis (16/10/2014)
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2014 menjadi awal penataan kawasan Monumen Nasional. Tahapan demi tahapan dilakukan untuk memperbaiki wajah Monas yang kadung ruwet. Namun, hasilnya belum terlihat. Di akhir pekan, kawasan yang berhadapan langsung dengan Balai Kota ini tak ubahnya pasar malam.

Deru sepeda motor mini mewarnai kawasan Taman Monumen Nasional (Monas). Anak-anak bergembira di atas jok kendaraan sewaan. Meskipun belum cukup umur, mereka terlihat lihai membawa kendaraan roda dua itu berkeliling jalur di antara batu-batu alam Taman Monas.

Sepeda motor sewaan itu hanya satu dari puluhan jenis permainan di dalam area Monas. Aneka jenis permainan lain menyebar di taman ini saat akhir pekan. Bukan mainan yang berukuran kecil, melainkan permainan yang membutuhkan ruang besar seperti balon perosotan dan komidi putar. Pedagang keliling dengan santai menawarkan aneka makanan, minuman, pakaian, hingga tikar. Tentu saja, semua permainan ini ilegal.

Begitu masifnya pedagang berjualan, seakan menghilangkan gaung penertiban yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak dua tahun terakhir.

Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dengan aneka ragam barang dagangannya merupakan salah satu wujud kekacauan penataan di Monas ini. Pintu gerbang tetap bisa ditembus meskipun dijaga petugas. Sejumlah besi pagar sudah digergaji. Semuanya mewujudkan betapa longgarnya Monas.

Penggiat Indonesia Hijau, Nirwono Joga, mengatakan, seorang tukang foto keliling di Monas bisa mengantongi Rp 2,8 juta per bulan. ”Artinya, perputaran uang di sini sangat tinggi,” ujarnya.

Keberadaan pedagang lantas menimbulkan persoalan lanjutan seperti sampah yang bertebaran dan rusaknya taman. Gorong-gorong di sisi utara dibuat mampat oleh pedagang agar bisa dijadikan tempat penyimpanan barang dagangan. Batu alam yang ditata sebagai jalur pedestrian banyak yang rusak. Salah satunya akibat terkena tancapan paku untuk mendirikan tenda pedagang makanan yang memakai gerobak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karut-marut penataan Monas juga terlihat dari sulitnya perusahaan memberikan bantuan termasuk CSR (tanggung jawab sosial perusahaan). Pembangunan Lenggang Jakarta sebagai pusat kuliner dan suvenir Monas beberapa kali molor dari tenggat penyelesaian. Hingga pertengahan Desember, lokasi ini belum beroperasi. Salah satunya karena masih ada mobil-mobil pemerintah yang tidak terpakai lagi, tetapi diparkir di area tersebut.

Rumuskan karakter

Nirwono berpendapat, sembari melakukan penataan, Pemprov DKI perlu merumuskan karakter kawasan Monas. ”Sekarang, semua kegiatan bisa diadakan di Monas. Jadinya, kawasan ini tidak punya karakter. Pedagang juga mudah masuk jika ada acara di kawasan Monas. Kalau ada karakter yang jelas, ada juga konsekuensinya, termasuk seleksi kegiatan yang boleh diadakan di Monas,” kata Nirwono.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bekasi Klaim 99,63 Persen RT di Wilayahnya Nihil Kasus Aktif Covid-19

Pemkot Bekasi Klaim 99,63 Persen RT di Wilayahnya Nihil Kasus Aktif Covid-19

Megapolitan
Tawarkan Surat Izin Operasional Palsu lewat Facebook, Pelaku Ditangkap Polisi

Tawarkan Surat Izin Operasional Palsu lewat Facebook, Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kepulauan Seribu Telah Dibuka Kembali untuk Wisatawan, Kapasitas Pengunjung 25 Persen

Kepulauan Seribu Telah Dibuka Kembali untuk Wisatawan, Kapasitas Pengunjung 25 Persen

Megapolitan
Polisi Didesak Proses Hukum Rachel Vennya karena Kabur dari Karantina di Wisma Atlet

Polisi Didesak Proses Hukum Rachel Vennya karena Kabur dari Karantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Avanza Tabrak Pohon di Cengkareng

Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Avanza Tabrak Pohon di Cengkareng

Megapolitan
WNA Asal Panama dan Dua Anaknya Diduga Jadi Korban KDRT, tapi Kasus Dihentikan Polisi

WNA Asal Panama dan Dua Anaknya Diduga Jadi Korban KDRT, tapi Kasus Dihentikan Polisi

Megapolitan
Pemprov DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Banjir

Pemprov DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Banjir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Catat Tersisa 29 Kasus Aktif Covid-19 di Wilayahnya

Pemkot Bekasi Catat Tersisa 29 Kasus Aktif Covid-19 di Wilayahnya

Megapolitan
Petugas Temukan Banyak Sampah Sumbat Saluran Air di 4 Kecamatan Jakpus

Petugas Temukan Banyak Sampah Sumbat Saluran Air di 4 Kecamatan Jakpus

Megapolitan
8.000 Meter Kubik Lumpur Sudah Dikeruk dari Kali Krukut di Tanah Abang

8.000 Meter Kubik Lumpur Sudah Dikeruk dari Kali Krukut di Tanah Abang

Megapolitan
Jalan Terjal Korban Pencabulan Anak Mencari Keadilan, Polisi tak Proses Laporan dan Pelaku Masih Berkeliaran

Jalan Terjal Korban Pencabulan Anak Mencari Keadilan, Polisi tak Proses Laporan dan Pelaku Masih Berkeliaran

Megapolitan
Dinkes Depok Siapkan Serum Anti Bisa Ular di 11 Puskesmas Ini, Tersedia 24 Jam

Dinkes Depok Siapkan Serum Anti Bisa Ular di 11 Puskesmas Ini, Tersedia 24 Jam

Megapolitan
Pelaku Pencabulan Anak Masih Berkeliaran di Sekitar Rumah Korban Meski Sudah Dilaporkan, Percuma Lapor Polisi?

Pelaku Pencabulan Anak Masih Berkeliaran di Sekitar Rumah Korban Meski Sudah Dilaporkan, Percuma Lapor Polisi?

Megapolitan
Pekerja Proyek LRT di Kuningan Jatuh dari Ketinggian 8 Meter, Ini Fakta-faktanya

Pekerja Proyek LRT di Kuningan Jatuh dari Ketinggian 8 Meter, Ini Fakta-faktanya

Megapolitan
59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Buka Lagi Mulai Sabtu Besok, Ini Daftarnya

59 Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Buka Lagi Mulai Sabtu Besok, Ini Daftarnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.