Kompas.com - 23/12/2014, 14:24 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (bertopi hitam dan mengenakan kaos polo lengan panjang) saat meninjau lokasi pembongkaran bekas bangunan liar di pinggir Sungai Ciliwung yang mengalir di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/12/2014) Alsadad RudiWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (bertopi hitam dan mengenakan kaos polo lengan panjang) saat meninjau lokasi pembongkaran bekas bangunan liar di pinggir Sungai Ciliwung yang mengalir di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/12/2014)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggusuran permukiman di sepanjang bantaran Kali Apuran, Kapuk, Jakarta Barat, disebut sebagai hal yang manusiawi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebutkan, warga berhak mendapatkan tempat dan hunian yang lebih baik dari yang pernah ditempatinya.

"Memangnya kalau dibiarin itu manusiawi? Kena penyakit itu manusiawi? Kebanjiran manusiawi? Menduduki tanah yang bukan haknya manusiawi? Ya enggaklah," ujar Djarot di Balai Kota, Selasa (23/12/2014) siang.

Penggusuran di bantaran Kali Apuran sebelumnya sudah disosialisasikan kepada warga sebanyak tiga kali dalam Desember ini. Warga juga dijanjikan akan mendapatkan unit rusun di Rusunawa Daan Mogot, Jakarta Barat, dan Rusun Marunda, Jakarta Utara.

Meski telah tiga kali diinformasikan, warga masih enggan untuk pindah. Pasalnya, rusun yang disiapkan bagi warga, terutama Rusun Daan Mogot, belum sepenuhnya siap huni. Dari delapan blok yang dibangun, baru blok B, C, dan D yang sudah bisa ditinggali. Adapun unit-unit rusun di tiga blok tersebut sudah ada yang ditempati oleh warga yang pernah tinggal di bantaran Kali Sekretaris, Grogol.

Pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Andika Febrian, yang sekaligus kuasa hukum warga menuturkan, belum sampai setengah dari jumlah seluruh warga di Kali Apuran yang mendapatkan kepastian soal unit rusun. Untuk mereka yang belum dapat kunci rusun, masih bingung akan pindah ke mana.

"Dari 1.500 kepala keluarga yang tinggal di Kali Apuran, baru 300 kepala keluarga yang sudah mendapatkan unit rusunnya," tutur Andika.

Andika menegaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama harus bisa menunda penggusuran ini, sembari menunggu pembagian unit rusun bisa merata. Bila sudah ada kepastian untuk seluruh warga, ujar dia, barulah warga akan bersedia rumahnya digusur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Kebakaran Taman Sari Berharap Bantuan Pemerintah untuk Bangun Kembali Rumah

Korban Kebakaran Taman Sari Berharap Bantuan Pemerintah untuk Bangun Kembali Rumah

Megapolitan
Polisi Bantah Isu Kebakaran di Taman Sari Dipicu Pertengkaran Suami Istri

Polisi Bantah Isu Kebakaran di Taman Sari Dipicu Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Perpaduan Islam dan Indonesia di Setiap Lekuk Masjid Istiqlal...

Perpaduan Islam dan Indonesia di Setiap Lekuk Masjid Istiqlal...

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Jogja Kelas Ekonomi Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Jogja Kelas Ekonomi Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Segera Tetapkan Rumah Menlu Pertama Achmad Soebardjo Jadi Cagar Budaya

Pemprov DKI Diminta Segera Tetapkan Rumah Menlu Pertama Achmad Soebardjo Jadi Cagar Budaya

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Jogja Kelas Eksekutif Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Jogja Kelas Eksekutif Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Semarang Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Semarang Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi lalu Dijual, Temuan TPPO Akan Ditambahkan dalam Laporan

Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi lalu Dijual, Temuan TPPO Akan Ditambahkan dalam Laporan

Megapolitan
Polisi Gelar Olah TKP Kebakaran Taman Sari, Dimulai di Kontrakan yang Jadi Sumber Api

Polisi Gelar Olah TKP Kebakaran Taman Sari, Dimulai di Kontrakan yang Jadi Sumber Api

Megapolitan
Hari Terakhir Airin Bekerja, Mantu Presiden Joko Widodo Lakukan Kunjungan Kerja

Hari Terakhir Airin Bekerja, Mantu Presiden Joko Widodo Lakukan Kunjungan Kerja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X