Kompas.com - 24/12/2014, 15:21 WIB
Orang tua Asyifa Ramadhani, Suroto (kiri) dan Elisabeth Diana menghadiri sidang pembacaan putusan terhadap dua terdakwa pembunuh anaknya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014). Majelis hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani atas pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina. KOMPAS / LUCKY PRANSISKAOrang tua Asyifa Ramadhani, Suroto (kiri) dan Elisabeth Diana menghadiri sidang pembacaan putusan terhadap dua terdakwa pembunuh anaknya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014). Majelis hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani atas pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak disangka, satu tahun lalu menjadi Natal terakhir yang bisa dilalui Suroto dan Elisabeth bersama putri mereka, Ade Sara Angelina Suroto. Sekitar dua bulan setelah Natal, Suroto dan Elisabeth harus kehilangan putri semata wayangnya.

Mereka kehilangan putri cantik yang sedang beranjak dewasa. Nyawa Ade Sara direnggut oleh sejoli Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani, melalui penyiksaan yang berlangsung semalaman dengan atas nama cemburu.

Disetrum, dipukul, dicekik, ditelanjangi, disumpal mulutnya dengan tisu, sampai akhirnya tubuh mungil Ade Sara tidak berdaya dan meninggal dunia. Jasadnya dibuang di pinggir jalan tol. [Baca: Jaksa Kasus Pembunuhan Ade Sara Banding, Pengacara Assyifa Ikut Ajukan Banding]

"Setahun yang lalu sebelum kami berangkat ke gereja sekitar pukul 18.00 WIB, Sara tanya ke saya 'makan apa nih malam ini?" kata Suroto mengenang Natal terakhir ketika Sara masih ada, Rabu (24/12/2014).

Demi menyenangkan putrinya, Suroto pun membelikan makan malam untuk Sara sepulang dari gereja. Menunya sederhana, hanya nasi dengan lauk pauk ayam goreng dan sambal. Meski sederhana, tetapi Suroto tidak pernah lupa, malam itu menjadi malam yang penuh suka cita.

Suroto pun terhubung dengan momen natal terakhir bersama Sara, setahun lalu. Masih lekat dalam ingatannya, Sara mengenakan rok panjang berwarna cokelat ke gereja. Sang istri, sibuk mengurusi paduan suara gereja.

Sedangkan Suroto, berada di ruang multimedia gereja untuk membantu aktivitas di sana. Walau tidak duduk bersama-sama, kata Suroto, setidaknya mereka berada di tempat yang sama. Merayakan Natal bersama.

Hingga waktu pulang dan menghabiskan waktu dengan makan malam nasi serta ayam. "Kalau teringat hal itu rasanya kok hidup ini cepat sekali perubahannya," ujar Suroto.

Seakan naik mesin waktu, Suroto tertarik ke masa kini. Masa yang jauh dari kenangan akan Ade Sara. Dia pun membayangkan akan seperti apa malam Natal yang akan dia hadapi malam ini. Setelah kebaktian, Suroto dan Elisabeth akan pulang ke rumah.

Setelah itu, sudah. Hanya sepi yang menemani mereka berdua tanpa rengekan manja putri untuk makan malam di luar. Dalam diam, Suroto mendoakan putri semata wayangnya, Ade Sara, agar bahagia di alam sana.

Juga berdoa, semoga dia dan istrinya, tidak menangis dan larut dalam kesedihan di malam Natal ini. "Sukacita cepat sekali untuk berubah menjadi duka cita. Malam natal tahun ini adalah natal paling berat," ujar Suroto.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Baswedan Dinilai Bisa Lebih Terang-terangan Mau Maju Pilpres 2024

Anies Baswedan Dinilai Bisa Lebih Terang-terangan Mau Maju Pilpres 2024

Megapolitan
Menantu Rizieq Shihab Bebas dari Penjara, Kuasa Hukum Ungkap Kondisinya

Menantu Rizieq Shihab Bebas dari Penjara, Kuasa Hukum Ungkap Kondisinya

Megapolitan
Kakek 89 Tahun Disebut Dapat Ancaman Pembunuhan Sebelum Dikeroyok, Ini Tanggapan Polisi

Kakek 89 Tahun Disebut Dapat Ancaman Pembunuhan Sebelum Dikeroyok, Ini Tanggapan Polisi

Megapolitan
Kerumunan di MOI, Camat Kelapa Gading Ingatkan Penyelenggara Acara untuk Antisipasi Pengunjung

Kerumunan di MOI, Camat Kelapa Gading Ingatkan Penyelenggara Acara untuk Antisipasi Pengunjung

Megapolitan
4 Pelaku yang Cabuli Anak di Kota Bekasi Ditangkap, Modusnya Tawarkan Es Krim hingga Cekoki Miras

4 Pelaku yang Cabuli Anak di Kota Bekasi Ditangkap, Modusnya Tawarkan Es Krim hingga Cekoki Miras

Megapolitan
Cegah Stunting, Pemprov DKI Akan Distribusikan Beras Fortifikasi lewat Program Bansos

Cegah Stunting, Pemprov DKI Akan Distribusikan Beras Fortifikasi lewat Program Bansos

Megapolitan
Empat Terdakwa Kebakaran Lapas Tangerang Nyatakan Tak Keberatan atas Dakwaan

Empat Terdakwa Kebakaran Lapas Tangerang Nyatakan Tak Keberatan atas Dakwaan

Megapolitan
4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Terancam Hukuman Penjara Maksimal 5 Tahun

4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Terancam Hukuman Penjara Maksimal 5 Tahun

Megapolitan
Seorang ASN Positif Covid-19, Kantor Diskominfo Depok Ditutup Sementara, Pegawai WFH

Seorang ASN Positif Covid-19, Kantor Diskominfo Depok Ditutup Sementara, Pegawai WFH

Megapolitan
Siswa dan Guru Terpapar Covid-19, SMAN 86 Jakarta Hentikan PTM

Siswa dan Guru Terpapar Covid-19, SMAN 86 Jakarta Hentikan PTM

Megapolitan
Kurir Paket dan Kawannya Dianiaya di Jakut, Korban Dipukul Pakai Batu dan Dibacok

Kurir Paket dan Kawannya Dianiaya di Jakut, Korban Dipukul Pakai Batu dan Dibacok

Megapolitan
Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Bogor Akibatkan Pohon Tumbang di 8 Lokasi

Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Bogor Akibatkan Pohon Tumbang di 8 Lokasi

Megapolitan
Jika Gagal Ikut Pilpres, Anies Disebut Masih Bisa Maju sebagai Gubernur pada Pilkada DKI 2024

Jika Gagal Ikut Pilpres, Anies Disebut Masih Bisa Maju sebagai Gubernur pada Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Aniaya Kurir Paket dan Kawannya, 3 Pelaku Ditangkap Polres Jakut di Bangkalan

Aniaya Kurir Paket dan Kawannya, 3 Pelaku Ditangkap Polres Jakut di Bangkalan

Megapolitan
Tembakkan Gas Air Mata Sebelum Kakek 89 Tahun Dikeroyok, Polisi: Massa Banyak, Kami Sudah Sesuai SOP

Tembakkan Gas Air Mata Sebelum Kakek 89 Tahun Dikeroyok, Polisi: Massa Banyak, Kami Sudah Sesuai SOP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.