Kompas.com - 19/01/2015, 18:07 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Harley-Davidson bernomor polisi B 6168 ESG yang kabur setelah terkena tilang di Jalan MH Thamrin ternyata palsu. Hal itu yang mempersulit pencarian pihak kepolisian.

"Pelat nomornya itu, setelah diselidiki, untuk sepeda motor Yamaha Vega," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono, saat dihubungi, Senin (19/1/2015).

Saat ini, kata Hindarsono, pengendara motor Harley-Davidson tersebut masih dicari oleh Satuan Penegakan Pengatur (Gatur) Ditlantas Polda Metro Jaya.

Hindarsono menjelaskan, bila sepeda motor Harvey-Davidson tersebut berpelat nomor palsu, maka secara otomatis kendaraan tersebut juga tidak membayar pajak. Hal itu pun menjadi alasan kuat mengapa pengendara tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan yang diminta polisi.

Peristiwa kaburnya pengendara motor Harley-Davidson seusai ditilang itu bermula ketika pengendara yang tak diketahui identitasnya itu masuk ke Jalan MH Thamrin dari arah Kebon Kacang, Minggu (18/1/2015) sekitar pukul 13.15 WIB.

Di persimpangan Plaza Indonesia, sebanyak 8-10 petugas polisi sudah berjaga. Melihat pengendara tersebut tetap melaju ke Jalan MH Thamrin, polisi pun coba memberhentikan dia. Saat dihentikan, pengendara itu terlihat berusaha membelokkan sepeda motornya ke arah lain. Namun, upaya itu digagalkan polisi. Selanjutnya, ia meminta izin untuk memindahkan sepeda motornya ke belakang persimpangan dengan alasan agar tidak malu dilihat banyak orang.

Polisi yang sudah berjaga di dekatnya tiba-tiba didorong. Dia langsung menyalakan Harley tersebut dan pergi dengan cepat. Polisi yang berjaga di dekatnya langsung mengejar si pengendara yang diketahui bergerak ke arah Kuningan, Jakarta Selatan, melalui Kebon Kacang. Namun, si pengendara tidak tertangkap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pencuri HP hingga PS di Rumah Kosong Kawasan Bedahan Depok

Polisi Tangkap Pencuri HP hingga PS di Rumah Kosong Kawasan Bedahan Depok

Megapolitan
Rizieq Shihab Tutup Reuni 212 dengan Baca Doa, lalu Tinggalkan Masjid At-Tin

Rizieq Shihab Tutup Reuni 212 dengan Baca Doa, lalu Tinggalkan Masjid At-Tin

Megapolitan
Tembok Roboh di Bintaro Sektor 9 Belum Ditangani, Warga Khawatir Picu Longsor

Tembok Roboh di Bintaro Sektor 9 Belum Ditangani, Warga Khawatir Picu Longsor

Megapolitan
Imbas Demo Buruh di Balai Kota DKI, Arus Lalin Jalan Medan Merdeka Selatan Macet

Imbas Demo Buruh di Balai Kota DKI, Arus Lalin Jalan Medan Merdeka Selatan Macet

Megapolitan
Pemkab Kepulauan Seribu Dalami Kemungkinan Ikan-ikan Terdampar akibat Konsumsi Plankton Beracun

Pemkab Kepulauan Seribu Dalami Kemungkinan Ikan-ikan Terdampar akibat Konsumsi Plankton Beracun

Megapolitan
Ada Demo Buruh di Balai Kota DKI, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan

Ada Demo Buruh di Balai Kota DKI, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Pembangunan Gedung di Bidara Cina Diduga Pakai Solar Bersubsidi, Heru Budi Minta Polisi Bertindak

Pembangunan Gedung di Bidara Cina Diduga Pakai Solar Bersubsidi, Heru Budi Minta Polisi Bertindak

Megapolitan
Buruh Demo di Balai Kota, Tolak UMP DKI 2023 Rp 4,9 Juta

Buruh Demo di Balai Kota, Tolak UMP DKI 2023 Rp 4,9 Juta

Megapolitan
Cerita Warga Dengar Dentuman Saat Tembok Pembatas Kantor Bank di Bintaro Roboh

Cerita Warga Dengar Dentuman Saat Tembok Pembatas Kantor Bank di Bintaro Roboh

Megapolitan
Kemenangan Yusuf Mansur dalam Gugatan Wanprestasi Hotel Umrah dan Haji

Kemenangan Yusuf Mansur dalam Gugatan Wanprestasi Hotel Umrah dan Haji

Megapolitan
Peradilan Kasus KSP Indosurya Makin Terang, Jaksa Beberkan Kejahatan Henry Surya

Peradilan Kasus KSP Indosurya Makin Terang, Jaksa Beberkan Kejahatan Henry Surya

Megapolitan
Tembok di Sektor 9 Bintaro yang Roboh Jadi Tontonan Warga

Tembok di Sektor 9 Bintaro yang Roboh Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Kalah Lawan Yusuf Mansur, Korban Wanprestasi Pertimbangkan Banding atau Ajukan Gugatan Baru

Kalah Lawan Yusuf Mansur, Korban Wanprestasi Pertimbangkan Banding atau Ajukan Gugatan Baru

Megapolitan
Angka Harapan Hidup Warga Jakarta Naik 1,29 Tahun Jadi 73,32 Tahun

Angka Harapan Hidup Warga Jakarta Naik 1,29 Tahun Jadi 73,32 Tahun

Megapolitan
Lemahnya Pengawasan Transjakarta, Masih Ada Pramudi yang Main Ponsel dan Makan Saat Berkendara

Lemahnya Pengawasan Transjakarta, Masih Ada Pramudi yang Main Ponsel dan Makan Saat Berkendara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.