Kompas.com - 27/02/2015, 08:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan data usulan anggaran siluman DPRD DKI kepada Dinas Pendidikan DKI di APBD DKI 2015, di Balai Kota, Rabu (25/2/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan data usulan anggaran siluman DPRD DKI kepada Dinas Pendidikan DKI di APBD DKI 2015, di Balai Kota, Rabu (25/2/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mulai membuka siasat praktik pemborosan uang rakyat oleh anggota DPRD DKI Jakarta dengan menyelipkan anggaran "siluman". Dia membeberkan data pengadaan perangkat uninterruptible power supply (UPS) atau pasokan daya bebas gangguan pada APBD 2014 yang menghabiskan sebanyak Rp 330 miliar dengan harga sekitar Rp 5,8 miliar tiap unitnya. Basuki mencurigai perusahaan-perusahaan pemenang tender ini merupakan pihak yang sama.

"Saya ada bukti 55 sekolah itu dianggarkan Rp 6 miliar untuk UPS. Yang menang tender ini bisa begitu banyak. Sekarang kami lagi selidiki, jangan-jangan pemasoknya sama karena satu sekolah pasang UPS sampai Rp 5,8 miliar," kata Basuki di Balai Kota, Kamis (26/2/2015) malam. 

Kecurigaan Basuki terhadap adanya praktik mark up (penggelembungan) anggaran itu semakin bertambah ketika ia mengomunikasikan pengadaan UPS pada APBD 2014 ini dengan salah seorang temannya yang juga ahli di bidang tersebut. Temannya memberi gambaran tentang UPS yang digunakan di kantornya.

UPS dengan kapasitas 40 KVA (kilovolt ampere) bisa dibeli dengan dana sebesar Rp 163 juta dan UPS itu bisa mengamankan data sebanyak 60 unit komputer bila sedang mati listrik sehingga teman Basuki pun merasa heran UPS seperti apa yang harganya mencapai miliaran rupiah yang digunakan untuk sebuah sekolah.

"Ini fakta. Jadi, saya kira orang Jakarta masih banyak tidak rela uangnya dipakai buat beli UPS sekolah dan ini tidak ada yang tahu loh. Kami juga kecolongan. Karena (anggaran tahun 2014) tidak ada e-budgeting, ini sudah terjadi. Sekarang mereka (anggota DPRD) keenakan cari untung dan sekarang mau main lagi (diusulkan pengadaan UPS pada APBD 2015), sudah saya tolak," kata Basuki.

Menurut dia, anggaran sebesar itu lebih baik dipergunakan untuk memperbaiki pembangunan sekolah. Sebab, saat ini 46 persen bangunan sekolah di Jakarta masih tidak layak. 

Berikut 49 sekolah yang dibeberkan Basuki menggunakan UPS senilai miliaran rupiah. Sekolah-sekolah itu berada di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Tinggi Jakarta Barat tahun anggaran 2014: 
1. PT Vito Mandiri, pengadaan UPS SMK 45 senilai Rp 5.822.608.000 
2. Wiyata Agri Satwa, pengadaan UPS SMKN 42 senilai Rp 5.833.448.500 
3. PT Dinamika Airufindo Persada, pengadaan UPS SMKN 35 senilai Rp 5.832.750.000 
4. PT Debitindo, pengadaan UPS SMKN 17 senilai Rp 5.831.408.000 
5. PT Hamparan Anugerah Sentosa, pengadaan UPS SMKN 13 senilai Rp 5.831.408.000 
6. Lumban Ambar Berbakti, pengadaan UPS SMKN 11 senilai Rp 5.794. 822.000 
7. CV Air Putih, pengadaan UPS SMKN 9 senilai Rp 5.830.044.000 
8. Bentina Agung, pengadaan UPS SMAN 112 senilai Rp 5.831.760.000 
9. CV Padang, pengadaan UPS SMAN 101senilai Rp 5.831.760.000
10. PT Multi Langgeng, pengadaan UPS SMAN 96 senilai Rp 5.833.410.000 
11. CV Artha Prima Indah, pengadaan UPS SMAN 94 senilai Rp 5.832.035.000 
12. PT Tinada Kuta Dairi, pengadaan UPS SMAN 85 senilai Rp 5.830.880.000 
13. PT Tavia Belva, pengadaan UPS SMAN 84 senilai Rp 5.833.520.000 
14. PT Greace Solusindo, pengadaan UPS SMAN 78 senilai Rp 5.826.810.000 
15. PT Astrasea Pasirindo, pengadaan UPS SMAN 65 Rp 5.833.311.000 
16. PT Elisa Mitra Inovatif, pengadaan UPS SMAN 57 senilai Rp 5.830.858.000 
17. CV Wisanggeni, pengadaan UPS SMAN 56 senilai Rp 5.829.967.000 
18. CV Tunjang Langit, pengadaan UPS SMAN 33 senilai Rp 5.832.618.000 
19. PT Paramitra Multi Prakasa, pengadaan UPS SMAN 23 senilai Rp 5.834.290.000 
20. CV Parameswara, pengadaan UPS SMAN 19 senilai Rp 5.832.200.000 
21. PT Aurel Duta Sarana, pengadaan UPS SMAN 17 senilai Rp 5.832.805.000 
22. CV Anugrah Mandiri Jaya, pengadaan UPS SMAN 16 senilai Rp 5.831.034.000 
23. PT Barkanatas Dharma, pengadaan UPS SMAN 2 senilai Rp 5.837.337.550 
24. Anugrah Cipta Karya, pengadaan UPS SMKN 60 senilai Rp 5.833.300.000 
25. CV Bukit Terpadu Utama, pengadaan UPS SMKN 53 senilai Rp 5.833.289.000.

Totalnya sebesar Rp 145.763.712.050. 

Pengadaan UPS di Pendidikan Menengah Jakarta Pusat:
1. CV Bintang Mulia Wisesa, pengadaan UPS SMAN 27 senilai Rp 5.831.375.000 
2. CV Sinar Bunbunan, pengadaan UPS SMAN 25 senilai Rp 5.819.484.000 
3. CV Widya Karya, pengadaan UPS SMAN 24 senilai Rp 5.825.380.000 
4. PT Viento Lavende, pengadaan UPS SMAN 20 senilai Rp 5.834.950.000 
5. PT Frislianmar Masyur Mandiri, pengadaan UPS SMAN 10 senilai Rp 5.832.530.000 
6. Mitra Jaya Perkasa Abadi, pengadaan UPS SMAN 7 senilai Rp 5.837.832.000 
7. CV Wisanggeni, pengadaan UPS SMAN 5 senilai Rp 5.829.967.000 
8. PT Aurel Duta Sarana, pengadaan UPS SMAN 4 senilai Rp 5.832.805.000 
9. CV Parameswara, pengadaan UPS SMAN 1 senilai Rp 5.832.200.000 
10. CV Air Putih, pengadaan UPS SMKN 44 senilai Rp 5.830.044.000
11. PT Barkanatas Dharma, pengadaan UPS SMKN 16 senilai Rp 5.837.337.550 
12. PT Dearma Pindo, pengadaan UPS SMKN 14 senilai Rp 5.839.174.000 
13. CV Permata Padi Purnama, pengadaan UPS SMKN 3 senilai Rp 5.830.000.000 
14. PT Hamparan Anugerah Sentosa, pengadaan UPS SMKN 39 senilai Rp 5.831.408.000 
15. CV Padang, pengadaan UPS SMKN 1 Rp 5.831.760.000 
16. PT Manggala Apulindo, pengadaan UPS SMKN 34 senilai Rp 5.833.960.000 
17. PT Karunia Lautan Semesta Alam, pengadaan UPS SMKN 31 senilai Rp 5.835.170.000 
18. CV Tunjang Langit, pengadaan UPS SMKN 27 senilai Rp 5.832.618.000 
19. PT Putri Tonggi Mandiri, pengadaan UPS SMKN 21 senilai Rp 5.832.530.000 
20. PT Putri Tonggi Mandiri, pengadaan UPS SMKN 19 senilai Rp 5.834.510.000 
21. CV Anugerah Indah Mahakarya, pengadaan UPS  SMAN 77 senilai Rp 5.832.827.000 
22. PT Ladita Berdua Karya, pengadaan UPS SMAN 68 senilai Rp 5.833.058.000 
23. PT Astrasea Pasirindo, pengadaan UPS SMAN 35 senilai Rp 5.833.311.000 
24. PT Berlian Kencana Sejahtera, pengadaan UPS SMAN 30 senilai Rp 5.831.870.000.

Totalnya mencapai Rp 139.976.100.550



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

Megapolitan
UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Megapolitan
Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Megapolitan
Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Megapolitan
Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Megapolitan
Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Megapolitan
PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Megapolitan
Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Megapolitan
Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Megapolitan
Lansia Depok Akan Diantar Jemput jika Daftar Vaksinasi Covid-19 di RSUI hingga 13 April

Lansia Depok Akan Diantar Jemput jika Daftar Vaksinasi Covid-19 di RSUI hingga 13 April

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X