Kompas.com - 01/04/2015, 13:09 WIB
Salah satu kios di pasar Tanah Abang Blok G, Selasa (2/9/2014). Kios ini sengaja dibuka namun tidak ada orang yang menempati. Hal tersebut dilakukan agar kios tidak ditutup. KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraSalah satu kios di pasar Tanah Abang Blok G, Selasa (2/9/2014). Kios ini sengaja dibuka namun tidak ada orang yang menempati. Hal tersebut dilakukan agar kios tidak ditutup.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku memiliki alasan khusus untuk membongkar habis pasar tradisional yang pernah menjadi program unggulan Joko Widodo saat menjadi gubernur, Pasar Blok G Tanah Abang. Pasar Blok G direncanakan menjadi pasar modern. 

"Kita sambungin ke Blok A dan Blok B saja biar seolah-olah kami manfaatkan lakunya orang-orang di sana," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/3/2015).

Basuki menyadari, dari sisi lokasi dan strategi penjualan, Pasar Blok G tidak menguntungkan bagi para pedagang. Terlebih lagi, pedagang di Blok A dan Blok B sudah memiliki pelanggannya sendiri.

Para pedagang Blok G, kata Basuki, juga sudah tidak betah berdagang di sana. Banyak pedagang yang memilih hanya menyimpan dagangan di Blok G dan turun berdagang di pinggir jalan.

Ia pun memilih langkah membongkar habis pasar itu dan menyambungkan dengan dua blok pasar lainnya. "Kalau kami perbaiki lagi pasarnya, lebih mahal harganya," kata Basuki. 

Pembangunannya, kata dia, tidak menggunakan anggaran Pemprov DKI, tetapi melalui mekanisme tender kepada perusahaan swasta. Dengan cara itu, perusahaan pemenang tender akan memiliki hak pengelolaan pasar selama beberapa tahun. Namun, sesuai kesepakatan, hak kepemilikan gedung dan pengelolaan pasar nantinya akan dikembalikan sepenuhnya kepada Pemprov DKI.

"Ini caranya biar DKI enggak keluar duit. Cuma pembagiannya mesti dibikin lebih jelas buat DKI," ujar Basuki. (Baca: Ahok: Blok G Mesti Dibongkar Habis!)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rachel Vennya Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini

Rachel Vennya Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Megapolitan
Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

Megapolitan
Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Megapolitan
Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.