Kompas.com - 14/04/2015, 09:23 WIB
(dari kiri ke kanan) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Presiden Joko Widodo, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, saat meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) di SMA 2, Olimo, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza(dari kiri ke kanan) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Presiden Joko Widodo, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, saat meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) di SMA 2, Olimo, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Seharusnya tinjauan ujian nasional di SMA Negeri 2 hanya dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas Pendidikan Arie Budhiman dan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi. Tiba-tiba, muncul Presiden Joko Widodo serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

Basuki mengaku kaget saat mendapat kabar tersebut. Sebab, seharusnya Presiden dan Mendikbud meninjau UN di SMA 70 dan SMA 6. 

"Beliau kan memang dadakan hari ini (ikut tinjau UN di SMA 2). Saya malah baru tahunya tadi pagi kalau beliau mau ikut yang ke SMAN 2," kata Basuki seusai meninjau pelaksanaan UN di SMKN 1 Budi Utomo, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2015). 

Tinjauan ke SMKN 1 Budi Utomo dilakukan tertutup bagi wartawan. Sebab, ujian sedang berlangsung saat ketiganya tiba di sekolah tersebut.

Tinjauan itu hanya berlangsung sekitar 10 menit. Sementara, saat di SMAN 2, Olimo, Presiden Jokowi berpesan kepada siswa-siswi untuk berhati-hati dalam mengerjakan soal. Selain itu, Jokowi juga berpesan agar siswa berdoa terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal.

"Saya titip, yang pertama, hati-hati dalam mengerjakan soal. Tenang, tidak usah grusak-grusuk," kata Jokowi di hadapan para siswa SMAN 2.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Megapolitan
Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Megapolitan
Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Megapolitan
Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Megapolitan
1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.