Kompas.com - 04/05/2015, 11:56 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Wakil Kepala Dinas Pendidikan Sopan Adrianto dan Kepala Dinas Pendidikan Arie Budhiman meninjau gedung SMP 65 yang terbakar 14 April lalu, Senin (4/5/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Wakil Kepala Dinas Pendidikan Sopan Adrianto dan Kepala Dinas Pendidikan Arie Budhiman meninjau gedung SMP 65 yang terbakar 14 April lalu, Senin (4/5/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta guru dan kepala sekolah untuk berperan aktif mengawasi pembangunan gedung sekolah. Sebab banyak oknum Dinas Pendidikan yang "bermain" dengan kontraktor dan konsultan untuk membangun gedung sekolah dengan tidak memperhatikan Standar Nasional Indonesia (SNI). 

"Jadi kalau ada kontraktor yang enggak benar kerjanya, ya harus ketat pengawasannya dan bisa langsung lapor ke saya. Karena saya mau urusin ini sampai ke tingkat bawah," kata Basuki, seusai meninjau gedung SMP 65 yang terbakar, Jakarta Utara, Senin (4/5/2015). 

Pria yang akrab disapa Ahok itu menambahkan, terbakarnya gedung SMP 65 karena korsleting listrik membuktikan bahwa kontraktor serta konsultan tidak memperhatikan aliran listrik sesuai SNI dan membahayakan penghuni di sana.

Namun selama ini Pemprov DKI tidak pernah memberi sanksi tegas kepada para konsultan dan kontraktor bandel itu. Pasalnya banyak pihak sekolah yang merasa puas menerima bangunan gedung yang sudah rampung.

"Harusnya kalau kabelnya korslet, kontraktor harus dipanggil, berarti konsultannya juga enggak benar dan kita enggak pernah gugat. Mungkin ke depan saya akan pertimbangkan untuk menggugat seperti itu, lapor ke Bareskrim sebagai kejahatan korupsi," kata Basuki.

Pihaknya juga memperkuat Biro Hukum DKI dan mempersiapkan pengacara andal untuk menggugat kontraktor membandel itu.

Ia juga menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budhiman untuk meneliti kembali kontrak lama pembangunan gedung SMP 65. Sehingga nantinya dapat diketahui kemungkinan "permainan" antara kontraktor dengan Dinas Pendidikan.

Namun, lanjut Basuki, Dinas Pendidikan DKI juga kerap "bermain" dan memilih kontraktor yang tidak profesional. Sehingga, banyak pekerjaan pembangunan gedung yang disubkontraktorkan.

"Jangan ada lagi pekerjaan yang disubkontraktorkan, mesti kami kejar dan tangkap.? Kami akan mulai laporkan Bareskrim supaya kontraktor yang bermain itu tidak lagi tidur nyenyak dan kamu dipenjara supaya kapok," kata Basuki. 

"Saya akan ambil secara acak gedung mana yang akan diperiksa, kan sekarang lagi proses lelang. Nanti kalau sudah lelang, mereka (kontraktor) mulai bekerja dan bisa ketahuan (kontraktor) mana yang kerjanya enggak benar, akan kami gugat dia," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Megapolitan
Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Megapolitan
Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Megapolitan
Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Megapolitan
51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

Megapolitan
Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Megapolitan
Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Megapolitan
Vaksinasi Dosis Ketiga secara 'Door to Door' Jangkau Lansia di Utan Panjang

Vaksinasi Dosis Ketiga secara "Door to Door" Jangkau Lansia di Utan Panjang

Megapolitan
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Megapolitan
Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Megapolitan
5 Warga Kota Tangerang Positif Omicron, 2 di Antaranya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

5 Warga Kota Tangerang Positif Omicron, 2 di Antaranya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.