Ahok: Presiden Sekarang Terlalu Sopan, Sih!

Kompas.com - 19/05/2015, 09:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan sambutan dalam peresmian teknologi Moving Bed Bio-Film Reactor (MBBR), di Palyja, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan sambutan dalam peresmian teknologi Moving Bed Bio-Film Reactor (MBBR), di Palyja, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa kesal dengan Palyja yang kerap tidak bertanggung jawab seusai membongkar galian. Hal ini diungkapkan Basuki saat meresmikan teknologi Moving Bed Bio-Film Reactor (MBBR) di Palyja, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015). 

"Saya kesal ini sama Palyja. Jakarta ini bukan punya nenek moyang lu sendiri. Gali pipa tuh pikir-pikir, jalan ini bukan cuma punya kamu, lho," kata Basuki.

Basuki kesal karena banyak galian pipa yang tidak ditutup sempurna. Pekerjaan galian itu, lanjut dia, menyebabkan kemacetan Jakarta semakin parah.

"Itu alat berat nangkring satu minggu santai saja, dipikir jalan punya nenek moyang lu apa. Jakarta sudah begitu macet? Anda sembarangan dan seenaknya gali-gali tidak ditutup, yang susah kami," kata Basuki kesal. 

Tak hanya Palyja yang kerap tidak membereskan galian dengan rapi, perusahaan lain juga tidak bertanggung jawab merapikan pekerjaan, seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN), Telkom, Pertamina, Perusahaan Gas Negara (PGN), dan lainnya juga kerap berperilaku yang sama.

Lebih kesalnya lagi, ketika dikonfirmasi, perusahaan selalu beralasan kontraktor yang bekerja tidak baik.

"Memang selama ini tidak ada sanksi buat kontraktor. Kalau saya jadi Presiden, saya panggilin tuh dirut-dirutnya langsung saya pecat karena Jakarta terlalu macet. Presiden yang sekarang terlalu sopan sih," kata Basuki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu-sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu-sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Megapolitan
Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

Megapolitan
Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Megapolitan
Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Megapolitan
Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Megapolitan
Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Megapolitan
Mulai Hari Ini Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang

Mulai Hari Ini Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang

Megapolitan
Depok Catat 4.792 Pasien Covid-19 Masih Dirawat atau Diisolasi

Depok Catat 4.792 Pasien Covid-19 Masih Dirawat atau Diisolasi

Megapolitan
Setahun Wafatnya Johny Indo, Mantan Preman Perampok Emas yang Peduli Rakyat Kecil

Setahun Wafatnya Johny Indo, Mantan Preman Perampok Emas yang Peduli Rakyat Kecil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X