Sindikat Penipuan WN Tiongkok Manfaatkan "Visa on Arrival" - Kompas.com

Sindikat Penipuan WN Tiongkok Manfaatkan "Visa on Arrival"

Kompas.com - 25/05/2015, 19:54 WIB
Kompas.com/Unoviana Kartika Barang bukti yang digunakan WN Tiongkok dan Taiwan untuk melakukan penipuan ditampilkan dalam rilis Senin (25/5/2015) di Kemang, Jakarta Selatan. Mereka memanfaatkan tempat di Indonesia supaya polisi tidak mudah membongkar sindikatnya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sindikat penipuan asal Tiongkok mengirimkan sejumlah warga negaranya ke Indonesia dengan memanfaatkan visa on arrival atau visa kunjungan saat kedatangan. Padahal, fasilitas itu bertujuan memudahkan turis mancanegara yang hendak berwisata ke Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Cucu Koswala mengatakan, kebijakan visa on arrival ke Indonesia diberlakukan bagi 64 negara. Salah satu tujuannya adalah untuk menarik wisatawan datang ke Indonesia.

"Enam puluh empat negara itu termasuk Tiongkok dan Taiwan," kata Cucu, Senin (25/5/2015) di Jakarta.

Namun, visa kunjungan saat kedatangan itu justru disalahgunakan sindikat penipuan asing untuk menjadikan Indonesia sebagai lokasi penipuan jarak jauh. Mereka memanfaatkan jaringan internet dan telepon untuk menipu korbannya yang berasal dari Tiongkok pula.

Kendati demikian, Cucu belum bisa memastikan adanya perubahan kebijakan visa pada kedatangan tersebut dengan adanya kasus ini. Sebab, kebijakan itu ada di Direktorat Imigrasi dan Pemerintah Pusat.

"Itu bersifat nasional, sentral. Visa on arrival dievaluasi oleh pemerintah pusat," kata Cucu.


Terkait masuknya WNA yang melakukan tindak kejahatan di Indonesia, Cucu menegaskan akan lebih mengoptimalkan pengawasan. Ia juga berjanji untuk memperbaiki sinergitas dengan kepolisian dan pemerintah daerah khususnya untuk memperketat pengawasan WNA yang masuk ke DKI Jakarta.

EditorHindra Liauw
Komentar

Terkini Lainnya

Makan Hewan Dilindungi, Seorang Pria Dipecat dari Pekerjaannya

Makan Hewan Dilindungi, Seorang Pria Dipecat dari Pekerjaannya

Internasional
Rusia Jadi Negara yang Secara Militer Paling Sulit Ditaklukkan

Rusia Jadi Negara yang Secara Militer Paling Sulit Ditaklukkan

Internasional
Mobil Rombongan Wisatawan Masuk Jurang, Para Penumpang Selamat

Mobil Rombongan Wisatawan Masuk Jurang, Para Penumpang Selamat

Regional
Plafon Mal Central Park Jebol karena Pipa Bocor, Sejumlah 'Tenant' Sempat Tergenang

Plafon Mal Central Park Jebol karena Pipa Bocor, Sejumlah "Tenant" Sempat Tergenang

Megapolitan
Setya Novanto Batal Dihadirkan Lagi dalam Sidang Fredrich Yunadi

Setya Novanto Batal Dihadirkan Lagi dalam Sidang Fredrich Yunadi

Nasional
Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Regional
Meraup Untung Usaha Gosok Keliling 'Gokil' di Bekasi...

Meraup Untung Usaha Gosok Keliling "Gokil" di Bekasi...

Megapolitan
Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Megapolitan
BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

Regional
Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Internasional
Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Internasional
Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Nasional

Close Ads X