Aksi Pengendara Motor Beratribut Polisi Menuai Kritik

Kompas.com - 31/05/2015, 08:21 WIB
Seorang pria pengendara motor gede (moge) yang beratribut polisi ditilang di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (29/5/2015). Twitter TMC Polda Metro JayaSeorang pria pengendara motor gede (moge) yang beratribut polisi ditilang di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (29/5/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi RH, pengendara sepeda motor ala polisi, ditanggapi sejumlah aktivis hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Aksi kurang terpuji tersebut dianggap tidak semata-mata kesalahan RH.

"Polisi juga harus jeli. Sepertinya dia (RH) sudah cukup lama pakai atribut ala polisi. Tapi kok baru dirangkap sekarang," ujar seorang warga Koja, Jakarta Utara, Fendra (35), di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (31/5/2015).

Selain itu, kata Fendra, jika memang ada pembiaran dari pihak kepolisian, maka hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan penertiban terhadap pengendara yang menggunakan atribut polisi.

"Iya kalau cuma untuk gagah-gagahan. Kalau disalahgunakan bagaimana? Dipakai untuk menutup jalan atau menilang kendaraan lain. Sekilas, pemotor lain tidak tahu kalau itu motor polisi asli atau bukan," kata dia.

Tak hanya RH, beberapa pengguna motor lain juga kerap menggunakan atribut polisi. Hal itu diakui aktivis CFD lainnya, Maria (24). "Banyak kok yang kayak gitu (pakai atribut polisi). Kalau dibiarkan terus, nanti makin banyak yang ikut-ikutan. Karena dianggap tidak bermasalah," tutur dia.

Sementara itu, pegiat CFD lainnya, Sindi (21), memberikan apresiasi atas tindakan polisi dalam penegakan hukum di jalanan. Menurut dia, polisi juga memiliki keterbatasan dalam mengawasi seluruh pengguna jalan. Sehingga, perlu adanya kesadaran dari pengguna jalan sendiri.

"Yang penting ada tindakan positif dan pemberian sanksi agar ada efek jera. Tapi kan polisi juga manusia, enggak mungkin awasi semua. Pengguna jalan juga harusnya mikir. Kalau mau gagah-gagahan harusnya patuh pada peraturan, bukan, belagak seperti polisi," timpal aktivis  Bike to Work tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,  RH diamankan petugas saat tengah mengenakan pakaian dan sepeda motor beratribut polisi di jalur bus Transjakarta, Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (29/5/2015) lalu.

RH menggunakan motor gede jenis Honda ST 1300, hingga asesoris ala petugas patroli jalan raya (PJR) Polda Metro Jaya. Seperti stiker putih dan biru, lampu strobo, bahkan pelat nomor yang biasa digunakan untuk kendaraan dinas polisi.

Kepada petugas, RH mengaku sengaja mengenakan atribut polisi agar terlihat gagah. Polisi telah menyiapkan sanksi tegas kepada RH dengan jeratan pasal tentang Undang-Undang Lalu Lintas. Mulai dari pelanggaran menerobos busway hingga tak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan sepeda motor yang ia gunakan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Megapolitan
Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Megapolitan
Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Megapolitan
Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Megapolitan
Kata Walkot Jaktim, Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Kewenangan Pemerintah Pusat

Kata Walkot Jaktim, Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Kewenangan Pemerintah Pusat

Megapolitan
Badan Pembentukan Perda: 52 Raperda yang Diusulkan Terlalu Banyak

Badan Pembentukan Perda: 52 Raperda yang Diusulkan Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Gampang Ngurus Berkas

Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Gampang Ngurus Berkas

Megapolitan
Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Akan Dipasang Bronjong

Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Akan Dipasang Bronjong

Megapolitan
Istri Pesepak Bola Ilija Spasojevic Dimakamkan di TPU Jeruk Purut

Istri Pesepak Bola Ilija Spasojevic Dimakamkan di TPU Jeruk Purut

Megapolitan
Tabrakan di TMP Taruna Tangerang akibat Mobil Boks Terobos Lampu Merah

Tabrakan di TMP Taruna Tangerang akibat Mobil Boks Terobos Lampu Merah

Megapolitan
JPO di Dekat Kantor Sudinhub Jakarta Utara Banyak Dilintasi Motor

JPO di Dekat Kantor Sudinhub Jakarta Utara Banyak Dilintasi Motor

Megapolitan
Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

Megapolitan
Meski Dilaporkan ke Polisi, Ade Armando Tetap Bakal Kritik Anies

Meski Dilaporkan ke Polisi, Ade Armando Tetap Bakal Kritik Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X