Wartawan Asing Tanya Ojek di Jakarta, Ahok Pamerkan Go-Jek

Kompas.com - 09/06/2015, 14:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat membuka forum diskusi New Cities Summit, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat membuka forum diskusi New Cities Summit, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (9/6/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Salah seorang wartawan asing dari sebuah media asing (Wall Street Journal) mempertanyakan keberadaan ojek di Jakarta dari sudut pandang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di sela-sela konferensi pers New Cities Summit Jakarta 2015, di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2015).

Basuki kemudian menjawab bahwa ojek merupakan moda transportasi cepat yang banyak dibutuhkan warga Ibu Kota.

"Kami memang tidak memiliki peraturan yang mengatakan bahwa ojek sebagai salah satu moda transportasi massal. Tetapi, ojek adalah solusi bagus untuk menghadapi kemacetan," kata Basuki, Selasa. 

Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu memamerkan keberadaan Go-Jek, sebuah perusahaan penyalur ojek di Jakarta berbasis aplikasi di Android dan iPhone.

Menurut Ahok, sapaan Basuki, keberadaan Go-Jek membantu warga Ibu Kota menghindari kemacetan di jalan-jalan Jakarta.

"Jadi, kami memang perlu mengedukasi mereka (tukang ojek) seperti Go-Jek. Mereka harus dilengkapi jaket, helm, kemudian mereka mendapat asuransi," ujar Basuki.

Tak hanya itu, ojek yang ada nantinya dapat menjadi feeder atau transportasi sambungan untuk menggunakan transportasi lainnya, seperti transjakarta atau kereta rel listrik (KRL).

"Kami berencana menjadikan Go-Jek sebagai feeder bus transjakarta dan menyediakan lahan parkir motor di dekat halte transjakarta. Tetapi, tetap harus dalam satu wadah dan dibina," kata Basuki.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X