DKI Diminta Bangun Rusun yang Penuhi Kebutuhan Dasar Penghuni

Kompas.com - 10/06/2015, 11:46 WIB
Suasana di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2015). Kompas.com/Tangguh Sipria RiangSuasana di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi D Bidang Pembangunan, Bestari Barus, menyarankan kepada Pemerintah Provinsi DKI untuk tidak sekadar membangun rumah susun saja. Pemprov juga harus memperhatikan kebutuhan dasar penghuni rusun, seperti air dan listrik.

"Jangan sampai seperti air dipermasalahkan, setelah dipakai untuk mandi, penghuni gatal-gatal. Listriknya juga harus diperhatikan dan harus dekat dengan ruang publik. Harus dilintasi angkutan umum juga," ujar Bestari ketika dihubungi, Rabu (10/6/2015).

Bestari mengatakan, hal itu perlu dilakukan agar penghuni yang tinggal di rusun tidak memiliki masalah baru.

Bestari yang merupakan Ketua Fraksi Partai Nasdem ini juga menyarankan kepada Pemprov agar melakukan sosialisasi terhadap warga korban penggusuran. Pemprov diminta menyediakan waktu satu hingga tiga bulan bagi korban penggusuran untuk memindahkan barang-barangnya.

Secara umum, Bestari mengaku mengapresiasi aktivitas Pemprov DKI yang gencar membangun rusun-rusun untuk korban penertiban. Dia mengatakan, masyarakat juga harus memahami risiko yang diterima jika mereka menempati lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

"Artinya, kalau demi kepentingan yang lebih besar, maka harus dilaksanakan secara cepat dan tanggap," ujar Bestari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Megapolitan
Pengganti Plastik, Pihak Pasar Akan Sediakan Kantong dari Daun Singkong

Pengganti Plastik, Pihak Pasar Akan Sediakan Kantong dari Daun Singkong

Megapolitan
Oknum Marinir Mabuk Saat Tusuk Serda Saputra, Begini Kronologinya

Oknum Marinir Mabuk Saat Tusuk Serda Saputra, Begini Kronologinya

Megapolitan
Terdapat 32.000 Lulusan SD, Daya Tampung SMPN di Kota Tangerang Hanya 10.600

Terdapat 32.000 Lulusan SD, Daya Tampung SMPN di Kota Tangerang Hanya 10.600

Megapolitan
Belum Ada Kasus, Dirut Yakin MRT Jakarta Aman dari Penularan Covid-19

Belum Ada Kasus, Dirut Yakin MRT Jakarta Aman dari Penularan Covid-19

Megapolitan
Tes Massal di Kantor Kecamatan Pamulang, 9 Warga Dinyatakan Reaktif Covid-19

Tes Massal di Kantor Kecamatan Pamulang, 9 Warga Dinyatakan Reaktif Covid-19

Megapolitan
Kapolri: Polisi Terjerat Narkoba Harusnya Dihukum Mati

Kapolri: Polisi Terjerat Narkoba Harusnya Dihukum Mati

Megapolitan
Calon Penumpang Pesawat Bisa Drive Thru Rapid Test Covid-19 di Bandara Soetta

Calon Penumpang Pesawat Bisa Drive Thru Rapid Test Covid-19 di Bandara Soetta

Megapolitan
Pemkot Bekasi Telusuri Pihak yang Buang Limbah Medis ke TPA Sumur Batu

Pemkot Bekasi Telusuri Pihak yang Buang Limbah Medis ke TPA Sumur Batu

Megapolitan
Hakim Kabulkan Gugatan Diskotek Golden Crown, Pemprov DKI Harus Batalkan Pencabutan Izin Usaha

Hakim Kabulkan Gugatan Diskotek Golden Crown, Pemprov DKI Harus Batalkan Pencabutan Izin Usaha

Megapolitan
Polisi Musnahkan 1,2 Ton Sabu dan 410 Ganja Jaringan Internasional

Polisi Musnahkan 1,2 Ton Sabu dan 410 Ganja Jaringan Internasional

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, Gerindra Gandeng PDI-P dan Ogah Koalisi dengan PKS

Pilkada Depok 2020, Gerindra Gandeng PDI-P dan Ogah Koalisi dengan PKS

Megapolitan
Pedagang Belum Tahu Pasar Cipete Selatan Boleh Beroperasi Normal

Pedagang Belum Tahu Pasar Cipete Selatan Boleh Beroperasi Normal

Megapolitan
Sistem Ganjil Genap Dihapus, Pedagang Tanah Abang Senang Bisa Berjualan Setiap Hari

Sistem Ganjil Genap Dihapus, Pedagang Tanah Abang Senang Bisa Berjualan Setiap Hari

Megapolitan
Ikappi Minta Pemprov DKI Siapkan Kantong Alternatif untuk Dagangan Basah

Ikappi Minta Pemprov DKI Siapkan Kantong Alternatif untuk Dagangan Basah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X