Bangun Rusunawa di Lahan KAI, Ahok Akan Suntik Modal Rp 7 T ke Jakpro

Kompas.com - 10/06/2015, 14:19 WIB
Suasana di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (29/5/2015). KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraSuasana di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (29/5/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Stasiun Kampung Bandan dan Manggarai yang bekerja sama dengan PT KAI.

Untuk merealisasikan program itu, lanjut Basuki, Pemprov DKI akan memberi penyertaan modal pemerintah (PMP) kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Pasalnya, pembangunan rusunawa ini akan dikerjakan oleh PT Jakpro. 

"Saya mau PMP kan Rp 5 triliun hingga Rp 7 triliun saja, tahun ini bila perlu. Sekarang kan pada mark up enggak benar kan (pejabat SKPD), uangnya di PMP-in saja," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (10/6/2015).

Rencananya PMP itu diusulkan di APBD Perubahan 2015 ini. Pembangunan rusunawa ini akan dikerjakan oleh PT Jakpro. Rusunawa itu akan dibangun di lahan milik PT KAI seluas 3,2 hektar di Kampung Bandan.

Basuki menargetkan pembangunan infrakstruktur dimulai pada 2016 mendatang. Karena dibangun di lingkungan stasiun, rusunawa tersebut akan terhubung dengan berbagai moda transportasi, seperti commuter line dan mass rapid transit (MRT).

Penghuni rusunawa itu adalah warga tinggal di pemukiman kumuh di pinggir rel kereta. Warga pengguna commuter line sebagai moda transportasi massal utama juga bisa menempati rusunawa tersebut.

"Sekarang kami putuskan ada 3,2 hektar lahan punya PT KAI. Nanti jadinya rusunawa terpadu ada toko, ada depo MRT. PT KAI juga mau buka rute (commuter line) ke Tanjung Priok dan Ancol," kata Basuki. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menargetkan pembangunan bisa dimulai pada tahun depan dan selesai 2018 mendatang. Basuki mengatakan, pihak terkait, seperti Pemprov DKI, PT KAI, maupun PT Jakpro tidak perlu melakukan detail engineering design (DED) agar lebih cepat rampung dan lebih hemat.

"Saya harap paling telat tahun depan sudah mulai konstruksi untuk pembangunan," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Hilang Kendali, Bus AKAP Tabrak Separator Busway di Tanjung Priok

Sopir Hilang Kendali, Bus AKAP Tabrak Separator Busway di Tanjung Priok

Megapolitan
Bus Sering Kecelakaan, PT Transjakarta Janji Ikuti Arahan KNKT

Bus Sering Kecelakaan, PT Transjakarta Janji Ikuti Arahan KNKT

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah: 6 Pelaku Ditangkap, Mengancam Pakai Pistol Korek

Fakta Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah: 6 Pelaku Ditangkap, Mengancam Pakai Pistol Korek

Megapolitan
Simpang Temu di TOD Lebak Bulus Segera Dibangun, Akan Jadi Titik Transit Penumpang MRT hingga Transjakarta

Simpang Temu di TOD Lebak Bulus Segera Dibangun, Akan Jadi Titik Transit Penumpang MRT hingga Transjakarta

Megapolitan
Vonis 10 Bulan Penjara Cynthiara Alona: Hanya Pasal Cabul, Bukan Eksploitasi Seksual Anak

Vonis 10 Bulan Penjara Cynthiara Alona: Hanya Pasal Cabul, Bukan Eksploitasi Seksual Anak

Megapolitan
Pengamat: Sepele, Beri Waktu dan Tempat Istirahat Sopir Transjakarta Itu Penting

Pengamat: Sepele, Beri Waktu dan Tempat Istirahat Sopir Transjakarta Itu Penting

Megapolitan
Fakta Kebakaran di Tambora, Tewaskan 5 Orang dalam 1 Keluarga

Fakta Kebakaran di Tambora, Tewaskan 5 Orang dalam 1 Keluarga

Megapolitan
Profil Jeff Smith, Dua Kali Tertangkap dan Konsumsi Narkoba sejak Lulus SMA

Profil Jeff Smith, Dua Kali Tertangkap dan Konsumsi Narkoba sejak Lulus SMA

Megapolitan
Dakwaan Munarman: Ajak Dukung ISIS hingga Rangkaian Kegiatan Baiat

Dakwaan Munarman: Ajak Dukung ISIS hingga Rangkaian Kegiatan Baiat

Megapolitan
UPDATE: Tambah Satu Kasus di Tangsel, 36 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah Satu Kasus di Tangsel, 36 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tak Ada Penambahan Kasus di Kota Tangerang, 13 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tak Ada Penambahan Kasus di Kota Tangerang, 13 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Dirut PT Transjakarta: Tidak Ada Sopir Kerja Lebih dari 8 Jam Per Hari

Dirut PT Transjakarta: Tidak Ada Sopir Kerja Lebih dari 8 Jam Per Hari

Megapolitan
Tawuran di Serpong, Seorang Terluka

Tawuran di Serpong, Seorang Terluka

Megapolitan
Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Megapolitan
Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.