Kompas.com - 17/06/2015, 03:38 WIB
Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar M. Iqbal saat menunjuk salah satu terduga preman bertato yang diamankan jajarannya, Senin (4/5/2015). Kompas.com/Tangguh SRKapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar M. Iqbal saat menunjuk salah satu terduga preman bertato yang diamankan jajarannya, Senin (4/5/2015).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Utara (Jakut), Ucu Rahayu, menginstruksikan anggotanya agar giat berpatroli (berkeliling). Ia berharap, jalan protokol di Jakarta Utara wajib bersih kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
 
"Intinya, ngga boleh ada manusia gerobak, pengemis, pak ogah. Kalau mau bersih ya bersih sekalian," ujar Ucu, Selasa (16/6/2015). 
 
Menurut Ucu, peran serta warga akan sangat membantu dalam menertibkan aktifitas PMKS. Sehingga, setiap laporan dari warga di lingkungan mereka dapat meminimalisir keberadaan mereka
 
"Tanpa adanya bantuan masyarakat, razia yang kita lakukan belum tentu maksimal. Jadi, jika ada yang melihat (PMKS), silakan laporkan ke kami," lanjutnya.
 
Selain itu, kata Ucu, penertiban PMKS juga akan ditingkatkan saat menjelang hingga akhir Bulan Suci Ramadhan. Razia PMKS tetap dilakukan walaupun tepat di waktu masyarakat menjalankan ibadah puasa. 
 
"Itu sudah menjadi tugas pokok kami. Setiap razia kita juga libatkan pihak Kepolisian, Satpol PP Jakarta Utara, kalau perlu TNI sekalian. Supaya Jakut kondusif dari PMKS," tuturnya.
 
Sebelumnya, penertiban PMKS dilakukan melalui penyisiran mulai dari Kantor Wali Kota Jakut, hingga ke beberapa titik rawan PMKS, termasuk wilayah Yos Sudarso, Danau Sunter, Sunter Agung, dan Sepanjang Jalan RE Martadinata.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.