Kompas.com - 09/07/2015, 23:30 WIB
Sejumlah mobil Gegana Polri masih bersiaga di Mal Alam Sutera, Tangerang, Kamis (9/7/2015) malam. Hal ini dilakukan menyusul peristiwa ledakan yang terjadi di salah satu toilet pria di lantai dasar mal tersebut, Kamis siang. KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraSejumlah mobil Gegana Polri masih bersiaga di Mal Alam Sutera, Tangerang, Kamis (9/7/2015) malam. Hal ini dilakukan menyusul peristiwa ledakan yang terjadi di salah satu toilet pria di lantai dasar mal tersebut, Kamis siang.
|
EditorBayu Galih

TANGERANG, KOMPAS.com - Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti mendatangi Mal Alam Sutera, Kamis (9/7/2015) malam.

Khrisna terlebih dahulu datang tanpa memberikan keterangan apapun dan seorang diri memasuki lobi mal. Pantauan Kompas.com, Khrisna langsung meminta untuk menemui pihak manajemen Mal Alam Sutera dan bergerak menuju tempat terjadinya ledakan, yaitu salah satu toilet pria di lantai dasar, dekat toko buku Gramedia.

Selang beberapa menit, tim Inafis Polri sejumlah tiga orang datang dan memasuki toilet tersebut. Sampai saat ini, polisi masih berjaga di tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Gegana Polri bersama Densus 88/Antiteror juga sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang yang dimasukkan ke dalam tas hitam berukuran besar. Barang-barang tersebut diduga bom yang telah meledakkan toilet di sana, tadi siang. (Baca: Dari Lokasi Ledakan di Mal Alam Sutera, Polisi Bawa Tas Hitam Besar)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal menerangkan, sementara ini, polisi menduga barang tersebut adalah bom low explosive atau berdaya ledak rendah. (Baca: Bom di Mal Alam Sutera Diduga Berdaya Ledak Rendah)

Kerusakan di dalam toilet akibat ledakan juga dinilai tidak terlalu parah, karena hanya menghancurkan kaca-kaca di dalam. Sedangkan dudukan toilet atau WC tidak hancur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

Megapolitan
Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

Megapolitan
Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

Megapolitan
Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Megapolitan
Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Megapolitan
Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero "Jenderal" Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Megapolitan
Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi 'Duta Masker'

Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi "Duta Masker"

Megapolitan
Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

Megapolitan
Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Megapolitan
Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Megapolitan
Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Megapolitan
Larangan Mudik, Pendapatan Penyedia Jasa Penukaran Uang Anjlok

Larangan Mudik, Pendapatan Penyedia Jasa Penukaran Uang Anjlok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X