Gara-gara Celana Jins, Sinyal KRL Depok-Bogor Terganggu

Kompas.com - 09/08/2015, 17:07 WIB
Kompas.com/Alsadad Rudi Antrean calon penumpang KRL Commuter Line di depan loket Stasiun Depok pada hari pertama pemberlakuan sistem tarif berdasarkan jarak, Rabu (1/4/2015)
DEPOK, KOMPAS.com — Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dari Depok menuju Bogor ataupun sebaliknya sempat mengalami gangguan selama hampir satu jam, Minggu (9/8/2015) siang. Hal itu terjadi akibat adanya celana jins yang tersangkut di kabel sinyal.

Peristiwa tersebut terjadi di aliran listrik bagian atas antara Stasiun Citayam dan Stasiun Bojong Gede. Asisten Manajer Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Adli Hakim Nasution menjelaskan, kejadian bermula saat ada rangkaian KRL yang berangkat dari Stasiun Citayam menuju arah Stasiun Bojong Gede sekitar pukul 14.15 WIB.

Di tengah perjalanan, masinis kereta tersebut mendapati ada obyek menyangkut di aliran listrik bagian atas yang menjadi penggerak utama KRL. "Karena khawatir akan berdampak ke pantograf, masinis memutuskan tidak melewati aliran listrik yang ada celana jinsnya itu," kata Adli kepada Kompas.com, Minggu sore.

Setelah itu, lanjut Adli, masinis yang bersangkutan meminta agar segera dilakukan penanganan. Ketika penanganan sedang dilakukan, satu jalur rel jadi tidak dapat digunakan. Rangkaian KRL yang melintas di titik tersebut, baik yang dari arah Bogor maupun Depok, harus berjalan bergantian di satu jalur rel yang tersisa.


Adli menyebutkan, situasi ini berlangsung sampai celana jins yang menggantung tadi dapat disingkirkan dari atas kabel, tepatnya sekitar pukul 15.25 WIB. "Persinyalan sudah seharusnya steril dari apa pun. Jangankan yang kain seperti ini, waktu itu ada layang-layang nyangkut aja udah bikin persinyalan jadi terganggu," tutur Adli.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorGlori K. Wadrianto
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

William Aditya, Anggota DPRD DKI Berusia 23 Tahun dan Idealisme Anti Korupsi

William Aditya, Anggota DPRD DKI Berusia 23 Tahun dan Idealisme Anti Korupsi

Megapolitan
Perjuangan Caleg PSI William Aditya, Masuk DPRD DKI dengan Label Triple Minority

Perjuangan Caleg PSI William Aditya, Masuk DPRD DKI dengan Label Triple Minority

Megapolitan
Sidang Lanjutan 12 Terdakwa Kerusuhan 22 Mei, Jaksa Akan Hadirkan Saksi

Sidang Lanjutan 12 Terdakwa Kerusuhan 22 Mei, Jaksa Akan Hadirkan Saksi

Megapolitan
Sikap Pemprov DKI terhadap Polemik Pemutusan Listrik di Apartemen Mediterania

Sikap Pemprov DKI terhadap Polemik Pemutusan Listrik di Apartemen Mediterania

Megapolitan
Alarm Itu Sudah Dibunyikan Green Religion Sejak 12 Tahun Lalu

Alarm Itu Sudah Dibunyikan Green Religion Sejak 12 Tahun Lalu

Megapolitan
Terima Pin Emas, Fraksi Gerindra: Itu Kan Bentuk Apresiasi, Apa yang Berlebihan?

Terima Pin Emas, Fraksi Gerindra: Itu Kan Bentuk Apresiasi, Apa yang Berlebihan?

Megapolitan
Putusan MA yang Batalkan Kebijakan Tutup Jalan untuk PKL dan Sikap Pemprov DKI

Putusan MA yang Batalkan Kebijakan Tutup Jalan untuk PKL dan Sikap Pemprov DKI

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Begal Depok di Gunung Sindur

Polisi Tangkap Komplotan Begal Depok di Gunung Sindur

Megapolitan
Penembakan Anjing Beedo, Berawal dari Rasa Kesal hingga Penetapan Tersangka

Penembakan Anjing Beedo, Berawal dari Rasa Kesal hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Penemuan Granat di Jagakarsa, Diduga Peninggalan Zaman Perang

Penemuan Granat di Jagakarsa, Diduga Peninggalan Zaman Perang

Megapolitan
5 Fakta tentang Dakwaan Andri Bibir, Disebut Suplai Batu ke Pendemo hingga Ikut Melempar

5 Fakta tentang Dakwaan Andri Bibir, Disebut Suplai Batu ke Pendemo hingga Ikut Melempar

Megapolitan
Viral Pelajar Minum Miras di Kelas, Disdik Tanyakan ke Kepala Sekolah di Jakut

Viral Pelajar Minum Miras di Kelas, Disdik Tanyakan ke Kepala Sekolah di Jakut

Megapolitan
Tolak Pin Emas, Staf Ahok yang Jadi Anggota DPRD DKI Akan Jual untuk Disumbangkan

Tolak Pin Emas, Staf Ahok yang Jadi Anggota DPRD DKI Akan Jual untuk Disumbangkan

Megapolitan
Anggota Terpilih DPRD DKI dari PSI Tolak Pin Emas, Usul Pakai Bahan Kuningan

Anggota Terpilih DPRD DKI dari PSI Tolak Pin Emas, Usul Pakai Bahan Kuningan

Megapolitan
Dapat Pin Emas, Fraksi PAN DPRD DKI Baru Mau Pakai Saat Angka Kemiskinan Turun

Dapat Pin Emas, Fraksi PAN DPRD DKI Baru Mau Pakai Saat Angka Kemiskinan Turun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X