Kompas.com - 11/08/2015, 20:16 WIB
Dulu: Upacara peringatan Hari Kemerdekaan IX tanggal 17 Agustus 1954 di Pegangsaan Timur 65, Jakarta., Kini: Komunitas pencinta museum Indonesia yang tergabung dalam Sahabat Museum berkeliling Plesiran Tempo Dulu di Tugu Proklamasi, Jakarta, beberapa waktu lalu. KOMPAS/AGUS SUSANTODulu: Upacara peringatan Hari Kemerdekaan IX tanggal 17 Agustus 1954 di Pegangsaan Timur 65, Jakarta., Kini: Komunitas pencinta museum Indonesia yang tergabung dalam Sahabat Museum berkeliling Plesiran Tempo Dulu di Tugu Proklamasi, Jakarta, beberapa waktu lalu.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang perayaan kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia, ada tiga tempat yang menjadi perhatian regu Satpol PP Jakarta Pusat. Tempat tersebut adalah kawasan Monas, Tugu Proklamasi, dan tempat pemakaman umum (TPU) Karet Bivak.

Sebab, saat Hari Kemerdekaan tiba, intensitas kegiatan di tempat-tempat tersebut tergolong tinggi.

"Di Jakarta Pusat ini banyak tempat-tempat bersejarah yang berkaitan dengan kemerdekaan, tetapi pengawasan fokus kita ada di tiga tempat yaitu kawasan Monas, Tugu Proklamasi, dan TPU Karet Bivak yang akan banyak berziarah. Itu harus diawasi secara real. Tiga tempat itu krusial lah," kata Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Yadi Rusmayadi, Selasa (11/8/2015).

Menurut Yadi, sejumlah upacara seremonial yang melibatkan masyarakat dan instansi pemerintahan akan berlangsung di tempat-tempat tersebut.

Karena ramai, tempat itu juga berpeluang dihinggapi oleh para pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangannya.

"Pengamanannya pertama ya tentu dari kelangsungan acara yang harus berjalan dengan teratur. Lalu kita juga melakukan pengamanan pada kondisi masyarakat, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. PKL juga akan kita bersihkan dari tiga tempat itu guna kelancaran peringatan kemerdekaan," kata Yadi.

Setidaknya ada 500 petugas Satpol PP yang akan diturunkan mengamankan kelancaran seremonial Kemerdekaan RI di Jakarta Pusat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak ada tambahan personel tetapi pada hari itu kita koordinasikan semua petugas untuk masuk piket, jangan ada yang libur dulu, sekitar lima ratus personel akan kita sebar pada hari itu," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.