Pilgub DKI 2017, PKS Lirik Ridwan Kamil hingga Sandiaga Uno

Kompas.com - 13/09/2015, 15:38 WIB
Sejumlah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat menghadiri Musayawarah Nasional PKS di Cibubur, Minggu (13/9/2015). Kompas.com/Indra AkuntonoSejumlah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat menghadiri Musayawarah Nasional PKS di Cibubur, Minggu (13/9/2015).
|
EditorCaroline Damanik
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengutamakan figur-figur muda potensial untuk diseleksi dan diusung menjadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur di DKI Jakarta. Beberapa nama mulai dikemukakan oleh PKS meski pilgub tersebut baru akan digelar pada 2017. 

Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan, saat ini partainya tengah mengkaji nama figur-figur muda, seperti Ridwan Kamil, Adhyaksa Dault, Selamet Nurdin, Sandiaga Uno, dan Triwisaksana. Nama-nama tersebut muncul berdasarkan usulan dari internal dan eksternal PKS. 

"Masalah mengerucutnya nanti itu berjalan dengan waktu," kata Sohibul di Cibubur, Jakarta, Minggu (13/9/2015). 

Sohibul menegaskan, PKS akan memadukan penilaian berdasarkan figur yang disetujui oleh internal dan disukai masyarakat. Ia tidak ingin penetapan calon kepala daerah dari PKS hanya mempertimbangkan alasan internal partai. 

"Jangan kita maunya si A, tetapi rakyat maunya si B, ya kan enggak nyambung," ujarnya. 

Namun, Sohibul belum dapat memastikan nama yang akan diusung PKS dalam Pilgub DKI. Alasannya ialah karena masih banyak waktu untuk menyesuaikan figur yang akan diusung dengan konstelasi politik terkini. 

"Sesuatu itu kalau masih jauh kan semua masih cair, jadi semua boleh. Kita ingin memunculkan pemimpin-pemimpin muda yang potensial dari mana pun," kata Sohibul.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X