Tak Bekerja Baik, Gaji PHL Taman di Jakarta Selatan Akan Dipotong

Kompas.com - 14/09/2015, 16:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (nampak pada podium) memimpin apel bersama puluhan ribu PPSU dan PHL di sisi selatan Silang Monas, Jakarta Pusat. Sabtu (15/8/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (nampak pada podium) memimpin apel bersama puluhan ribu PPSU dan PHL di sisi selatan Silang Monas, Jakarta Pusat. Sabtu (15/8/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam mengefisiensi kerja pekerja harian lepas (PHL), Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Selatan memberlakukan aturan potong gaji. Hal ini menyusul banyaknya PHL yang sering membolos kerja.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan Siti Hasni mengatakan, pihaknya akan lebih ketat mengontrol kerja para PHL.

Menurut pantauan yang ia lakukan, selama ini ada sejumlah PHL bekerja dengan seenaknya. (Baca: Pejabat Baru DKI Ini Nyatakan Tak Segan Pecat PHL yang Curang)

"Ada yang sering datang, ada yang sering membolos, ada-ada saja alasannya kalau ditanya. Itu yang ingin kami perbaiki," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/9/2015).


Karena itu, ia pun bekerja sama dengan pengawasan PHL untuk membuat aturan potong gaji. Maka dari itu, PHL yang sering membolos atau bekerja tidak benar akan dikenai pengurangan gaji.

"Kami optimalkan pengawasan dari koordinator PHL untuk mencatat absensi PHL. Nanti akan dipotong gajinya kalau alasan absennya tidak jelas," ujarnya.

Selama ini, semua PHL Sudin Pertamanan dan Pemakaman Pemkot Jaksel selalu mendapatkan gaji penuh.

PHL yang tadinya berjumlah 1.471 orang itu masing-masing mendapat gaji Rp 2,7 juta. Jika mereka tidak bekerja dengan baik, maka gaji yang diterima tidak akan penuh Rp 2,7 juta.

Belakangan, Siti juga memotong jumlah mereka menjadi 1.266 orang. Tujuannya adalah mengefisienkan kerja mereka.

"Dari hasil evaluasi, jumlahnya bisa dirampingkan menjadi 1.266 orang, dikurangi sekitar 20 persen," kata dia.

Pemotongan gaji akan mulai dilakukan sejak hari ini. Untuk itu, Siti melakukan sosialisasi terhadap PHL di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir pada hari ini.

"Hari ini kami kumpulkan, untuk pengarahan saja, soal bagaimana mereka supaya lebih bertanggung jawab dengan tugasnya," ujar Siti.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X