Ahok Ingin Bangun RPTRA di Sekitar Masjid agar Anak-anak Bisa Ikut Pengajian

Kompas.com - 12/10/2015, 12:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menyampaikan sambutan dalam peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bahari, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menyampaikan sambutan dalam peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bahari, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah meminta kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mencari tanah kosong di dekat masjid. Nantinya, lahan kosong itu akan dibangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). 

"Jadi, kalau ada masjid di lingkungannya rumah, bilang sama tetangganya kalau setengah lahannya istilahnya wakafkan ke kami. Lahan itu akan kami bayar. Kami akan beli rumah-rumah di sekitar masjid untuk dibongkar dan menjadikan itu RPTRA," kata Basuki di Balai Kota, Senin (12/10/2015). 

Nantinya, RPTRA tersebut dapat digunakan bagi para marbut (penjaga masjid) dan jemaah lainnya untuk beristirahat. Anak-anak yang bermain di RPTRA juga bisa tetap rajin beribadah tepat waktu ketika mendengar suara azan. Nantinya, lama-lama anak-anak itu bisa mengikuti pengajian di masjid.

"Saya kira, (pembangunan RPTRA) paling ideal ya di sekitar masjid. Ada yang jual tanah kepada DKI, kami mau bikin jadi RPTRA yang anak-anak bisa masuk dan dia juga bisa ikut pengajian," kata Basuki. 

Hanya saja, hingga kini, belum ada pihak yang melaporkan lahan kosong untuk pembangunan RPTRA. Berkaca pada tewasnya PNF (9) di Kalideres, Jakarta Barat, Basuki mengatakan, ada tanah kosong di sana. Kepada Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Basuki bertanya alasan tanah kosong itu tidak dilaporkan kepadanya.

Seharusnya, ia mendapat laporan dari Lurah Kalideres untuk pembelian lahan kosong di sana. Jika Lurah tidak bisa bekerja, kata Basuki, seharusnya Wali Kota berani menjadikan Lurah itu sebagai staf.

"Jadinya, sekarang ada kasus Eneng (PNF) meninggal kan," kata Basuki. 

Ada lima RPTRA yang telah diresmikan Basuki, yakni RPTRA Sungai Bambu Utara, Gandaria Selatan, Cideng, Kembangan Utara, dan Pulau Untung Jawa. Basuki telah menginstruksikan Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo untuk mencari lahan kosong Pulau Panggang di dekat masjid untuk pembangunan RPTRA.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jaksel Bantah Ada PNS yang Terlibat dalam Pembongkaran Trotoar di Cilandak

Pemkot Jaksel Bantah Ada PNS yang Terlibat dalam Pembongkaran Trotoar di Cilandak

Megapolitan
Saksi dalam Sidang Munarman: Sebagian Orang yang Saya Transfer ke ISIS Itu Orang FPI

Saksi dalam Sidang Munarman: Sebagian Orang yang Saya Transfer ke ISIS Itu Orang FPI

Megapolitan
Pelaku Penusukan Anggota TNI AD Ditangkap di Tempat Kerja

Pelaku Penusukan Anggota TNI AD Ditangkap di Tempat Kerja

Megapolitan
Polda Metro Klaim Tak Ada Laporan Balap Liar Sejak Wacanakan Street Race

Polda Metro Klaim Tak Ada Laporan Balap Liar Sejak Wacanakan Street Race

Megapolitan
Terungkapnya Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di UIN Ciputat...

Terungkapnya Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di UIN Ciputat...

Megapolitan
Banjir di Jalan Prima Dalam Tegal Alur Tak Kunjung Surut, 85 Rumah Warga Terendam sejak Kemarin

Banjir di Jalan Prima Dalam Tegal Alur Tak Kunjung Surut, 85 Rumah Warga Terendam sejak Kemarin

Megapolitan
Sidak ke Zentrum, Bima Arya: Tak Ada Manfaatnya Tempat Ini!

Sidak ke Zentrum, Bima Arya: Tak Ada Manfaatnya Tempat Ini!

Megapolitan
Saksi Sebut Munarman Sempat Hendak Diusir dari Pembaiatan Anggota ISIS di UIN

Saksi Sebut Munarman Sempat Hendak Diusir dari Pembaiatan Anggota ISIS di UIN

Megapolitan
Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Megapolitan
Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Megapolitan
Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Megapolitan
Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI di Jakut Ditangkap, Ini Perannya

Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI di Jakut Ditangkap, Ini Perannya

Megapolitan
93 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir, 908 Warga Mengungsi

93 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir, 908 Warga Mengungsi

Megapolitan
Kali Bancong di Bekasi Meluap, Dua Kecamatan Terendam Banjir

Kali Bancong di Bekasi Meluap, Dua Kecamatan Terendam Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.