Ahok: 2017, Target Realisasi Pemerataan Upah Minimum Jawa-Bali

Kompas.com - 07/11/2015, 15:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri acara Puncak Perayaan Syukur Arah Dasar 2011-2015 Keuskupan Agung Jakarta, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/11/2015) Kompas.com/Alsadad RudiGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri acara Puncak Perayaan Syukur Arah Dasar 2011-2015 Keuskupan Agung Jakarta, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/11/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorCaroline Damanik
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menargetkan bahwa pemerataan upah minimum untuk regional Jawa-Bali baru bisa terealisasi pada tahun 2017.

"Kami baru ambil kebijakan tahun 2017 nanti ya. Jadi kami lagi berpikir harusnya ada upah minimum nasional dan regional," ujar pria yang kerap disapa Ahok itu setelah menghadiri sebuah acara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Wacana pemerataan upah minimum untuk regional Jawa-Bali dilontarkan Ahok pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa-Bali pada hari Kamis lalu.

Ahok menilai, saat ini, ada kesenjangan upah minimum antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Padahal, daerah-daerah itu masih berada di pulau yang sama.

"Kami memikirkan upah minimum nasional, bukan provinsi sebetulnya. Kami enggak mungkin biarkan upah minimum Majalengka Rp 1 juta, tetapi upah minimum Provinsi Jakarta, Jawa Barat, Karawang, dan daerah lain sampai Rp 3,5 juta," kata dia di Balai Kota, Kamis (5/11/2015).



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X