Meski Sering Dikecewakan, Pengemudi Go-Jek Tak Mau "Resign"

Kompas.com - 15/11/2015, 12:14 WIB
Pengemudi Go-Jek menunggu order dari penumpang di Jalan Menteng Pulo, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2015). Tampak pula pengemudi GrabBike di sana. KOMPAS.COM/NURSITA SARIPengemudi Go-Jek menunggu order dari penumpang di Jalan Menteng Pulo, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2015). Tampak pula pengemudi GrabBike di sana.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com — Meski sudah dua kali merasa kecewa oleh manajemen, para pengemudi layanan ojek aplikasi Go-Jek menyatakan tidak mau keluar dari pekerjaannya.

"Kami tidak akan keluar," kata salah seorang pengemudi Go-Jek, Fitrijansjah Toisutta, saat dihubungi, Minggu (16/11/2015). 

Fitrijansjah mengaku tujuan mereka mengadakan mogok kerja dan unjuk rasa pada pekan depan lebih disebabkan adanya keinginan agar manajemen melakukan perbaikan.

"Maksud kami (berunjuk rasa) supaya ada perbaikan karena manajemen kan dari awal berupaya untuk lebih baik," kata pria yang telah bekerja sebagai pengemudi Go-Jek sejak Mei 2015 ini.

Fitrijansjah merupakan koordinator aksi unjuk rasa pengemudi Go-Jek yang berencana akan melakukan aksi pada 16, 18, dan 20 November. 

Ia menyebut aksi itu diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 200 pengemudi Go-Jek. Aksi ini dilatarbelakangi pemotongan honor sebesar Rp 40.000 yang dilakukan manajemen terhadap pengemudi.

Menurut Fitrijansjah, manajemen beralasan pemotongan dilakukan untuk biaya pembuatan jaket, seragam, dan atribut lainnya. Padahal, kata dia, pemotongan biaya tersebut tidak pernah dibahas saat perjanjian kerja. 

Adanya rencana unjuk rasa disertai mogok kerja kali ini merupakan yang kedua kalinya. Beberapa waktu lalu, pengemudi Go-Jek juga sempat merencanakan aksi yang sama menyusul adanya pemotongan biaya per kilometer terhadap pengemudi Go-Jek. 

Namun, aksi urung terlaksana karena manajemen Go-Jek mengancam akan memberhentikan pengemudi yang ikut dalam aksi tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

Megapolitan
Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab,  Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab, Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

Megapolitan
Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Megapolitan
KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

Megapolitan
Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Megapolitan
UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Megapolitan
Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Megapolitan
Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Megapolitan
Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Megapolitan
Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Megapolitan
Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X