Penjambret "Handphone" Lurah Petogogan Pengemudi Go-Jek

Kompas.com - 11/12/2015, 09:07 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara motor yang menjambret handphone Lurah Petogogan Sarwono ternyata seorang pengemudi Go-Jek.

Kepastian ini didapatkan petugas Polsek Metro Kebayoran Baru Jakarta Selatan dari manajemen Go-Jek.

"Pihak manajemen Go-Jek datang dan membenarkan jika pelaku adalah anggota Go-Jek," kata Kepala Sub Unit IV Reserse Kriminal Polsek Metro Kebayoran Baru Inspektur Dua Gatot Priasmoro di Jakarta, Jumat (11/12/2015).

Gatot menuturkan, berdasarkan pengakuan pelaku, dia menjambret untuk memenuhi kebutuhan hidup. (Baca: Lagi Foto Pohon Nipah, Tiba-tiba "Handphone" Lurah Dijambret)

Pelaku juga mengaku pertama kali beraksi dan berniat akan mencari penumpang Go-Jek seusai menjambret telepon selular milik korban.

Sarwanto menjelaskan, kejadian itu berlangsung saat dirinya meninjau lapangan di belakang Gedung Wali Kota Jakarta Selatan Petogogan pada Jumat (4/12/2015).

Saat itu, Sarwanto mengabadikan menggunakan telepon pintar Samsung Grand bersamaan dengan pelaku yang melintas di lokasi kejadian.

Pelaku mengambil telepon milik Sarwanto yang awalnya mengira karyawan di kantornya "iseng" merebut telepon pintarnya.

Sarwanto tersadarkan saat menengok orang yang mengambil telepon itu ternyata tidak dikenali sehingga korban berteriak "maling".

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian bersama Sarwanto mengejar dan menangkap tersangka kemudian diserahkan kepada petugas Polsek Metro Kebayoran Baru.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti satu unit telepon Samsung Grand dan satu unit sepeda motor matik warna putih bernomor polisi B-6174-UGN.

Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Megapolitan
45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

Megapolitan
Pemprov DKI: 113 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Ketat di Jakarta

Pemprov DKI: 113 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Ketat di Jakarta

Megapolitan
100 Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Tes Narkoba

100 Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Tes Narkoba

Megapolitan
Lumpuh Gara-gara Minum Boba, Ini Kisah Penderita Diabetes dan Penjelasan Dokter

Lumpuh Gara-gara Minum Boba, Ini Kisah Penderita Diabetes dan Penjelasan Dokter

Megapolitan
Minta Anies Izinkan Restoran di Mal dan Hotel Beroperasi, PHRI: Kita Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Minta Anies Izinkan Restoran di Mal dan Hotel Beroperasi, PHRI: Kita Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Megapolitan
Kemenhub Luncurkan Aplikasi Lacak Trans, Bisa Tampilkan Rute Transportasi yang Tinggi Sebaran Covid-19

Kemenhub Luncurkan Aplikasi Lacak Trans, Bisa Tampilkan Rute Transportasi yang Tinggi Sebaran Covid-19

Megapolitan
Pria 66 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Depok

Pria 66 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Depok

Megapolitan
Tertinggi Sejak Pandemi, 98 Pasien Isolasi di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Tertinggi Sejak Pandemi, 98 Pasien Isolasi di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berencana Tambah 250 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Pemkot Tangsel Berencana Tambah 250 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Megapolitan
PHRI Sebut Banyak Restoran Tutup dan Pegawai di-PHK karena Kebijakan Larangan Dine In

PHRI Sebut Banyak Restoran Tutup dan Pegawai di-PHK karena Kebijakan Larangan Dine In

Megapolitan
Positif Covid-19, Penghuni Wisma Mahasiswa Aceh Foba di Setiabudi Diisolasi di Wisma Atlet Kemayoran

Positif Covid-19, Penghuni Wisma Mahasiswa Aceh Foba di Setiabudi Diisolasi di Wisma Atlet Kemayoran

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Bajaj

Mayat Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Bajaj

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Pinggir Kali Cipinang

Polisi Masih Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Pinggir Kali Cipinang

Megapolitan
Ada Kasus Positif Covid-19, Wisma Mahasiswa Aceh Foba di Setiabudi Ditutup 2 Pekan

Ada Kasus Positif Covid-19, Wisma Mahasiswa Aceh Foba di Setiabudi Ditutup 2 Pekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X