Keluarga Bocah SD yang Dipukul Oknum TNI AL Takut Pulang ke Rumah

Kompas.com - 13/01/2016, 18:32 WIB
Bocah Kelas 6 SD, T, yang diduga dipukuli oknum TNI dirawat di RS Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan. KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMBocah Kelas 6 SD, T, yang diduga dipukuli oknum TNI dirawat di RS Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga T (12), bocah SD yang dipukul oknum TNI AL pada Minggu (10/1/2016) lalu, memilih untuk tidak pulang ke rumahnya setelah T diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit Prikasih, Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2016) sore.

Saat ini, T dan keluarganya berada di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk proses pendampingan dan pemulihan T.

"Orangtua T tidak berani pulang ke rumah karena alasan keamanan. Takut ada ancaman," kata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh saat dihubungi Kompas.com, Rabu petang.

Dalam kasus ini, KPAI menjadi pendamping keluarga T dan mengoordinasikan fasilitas perlindungan dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). (Baca: Kadispen TNI AL Akui Anggotanya Pukuli Bocah karena Diduga Curi Burung)

Pada hari ini pula, T akan segera menempati rumah aman yang lokasinya dirahasiakan.

Di rumah itu, T akan menjalani kehidupannya sehari-hari dengan harapan kondisinya yang sempat trauma bisa cepat pulih.

T juga akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah aman dengan fokus untuk persiapan ujian nasional (UN) tingkat SD beberapa bulan lagi. (Baca: KPAI Upayakan Kasus Pemukulan Bocah SD oleh Oknum TNI AL Diproses Hukum)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Megapolitan
8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

Megapolitan
8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

Megapolitan
Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertambah 1, Kini Ada 5 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron

Bertambah 1, Kini Ada 5 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron

Megapolitan
SMPN 85 Tetap Gelar PTM meski Siswa Positif Covid-19, Ini Alasan Sekolah

SMPN 85 Tetap Gelar PTM meski Siswa Positif Covid-19, Ini Alasan Sekolah

Megapolitan
Rekomendasi BNN, Ardhito Pramono Akan Direhabilitasi Selama 6 Bulan di RSKO Cibubur

Rekomendasi BNN, Ardhito Pramono Akan Direhabilitasi Selama 6 Bulan di RSKO Cibubur

Megapolitan
Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Megapolitan
RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

Megapolitan
Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Megapolitan
RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

Megapolitan
Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Megapolitan
Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Megapolitan
Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.