Jenazah Bocah Korban Penculikan Akan Dimakamkan di Garut

Kompas.com - 07/02/2016, 16:08 WIB
Selesai diautopsi, jenazah bocah korban penculikan, J (7) dibawa pulang oleh pihak keluarganya untuk disemayamkan di Garut pada Minggu (7/2/2016). Dian Ardiahanni/Kompas.comSelesai diautopsi, jenazah bocah korban penculikan, J (7) dibawa pulang oleh pihak keluarganya untuk disemayamkan di Garut pada Minggu (7/2/2016).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Seusai diotopsi jenazah bocah korban penculikan, J (7) langsung dibawa pulang oleh keluarganya untuk dikebumikan.

"Jenazahnya akan dibawa untuk langsung dimakamin di Garut," kata paman korban, Hari (36) di RS Polri Kramat Jati, Minggu (7/2/2016).

Jenazah bocah SD itu telah dijemput keluarganya sekitar  pukul 15.00 WIB dengan menggunakan sebuah mobil ambulans.

Namun, pihak keluarga tak banyak memberi keterangan. Setelah jenazah J dimasukkan ke dalam mobil, mereka segera meninggalkan area ruang instalasi forensik RS Polri Kramat Jati.

Sebelumnya, seorang bocah korban penculikan, J (7), ditemukan tak bernyawa di rumah orang yang diduga menculiknya, JA (35).

"Ya, benar. Informasi penculikan ini kami dapatkan dari kakak korban pada hari Sabtu kemarin sekitar pukul 12.00 WIB," ujar Kapolres Depok Kombes Dwiyono saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (7/2/2016).

Dwiyono menuturkan, polisi langsung melakukan penyelidikan kediaman rumah orang yang diduga menculik J, di Jalan H Albaido, Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Saat rumah itu digeledah, J ditemukan di kamar mandi dalam keadaan meninggal dunia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Buka Lowongan Jakarta Smart City 2021, Ini Cara Mendaftar dan Tahapan Perekrutan

Pemprov DKI Buka Lowongan Jakarta Smart City 2021, Ini Cara Mendaftar dan Tahapan Perekrutan

Megapolitan
Identifikasi Korban Dilakukan sampai Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Selesai

Identifikasi Korban Dilakukan sampai Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Selesai

Megapolitan
Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Megapolitan
Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Megapolitan
Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Megapolitan
Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Megapolitan
Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Megapolitan
Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Megapolitan
Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Megapolitan
Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Megapolitan
Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Megapolitan
Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Megapolitan
Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X