Kue Keranjang Ny Lauw yang Selalu Dicari

Kompas.com - 09/02/2016, 15:06 WIB
Pekerja menyiapkan kemasan kue di industri kue keranjang dan dodol Ny Lauw di kawasan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Rabu (27/1). KOMPAS/RADITYA HELABUMIPekerja menyiapkan kemasan kue di industri kue keranjang dan dodol Ny Lauw di kawasan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Rabu (27/1).
EditorKistyarini

Selain suguhan untuk keluarga dan tamu, kue ini juga digunakan dalam ritual persembahyangan. Untuk persembahyangan, kue ini disusun berbentuk seperti menara.

"Kue keranjang yang terdiri dari tiga susun ini khusus untuk persembahan kepada dewa atau Tuhan. Sementara kue dengan susun tujuh dan sembilan untuk persembahan kepada leluhur," tutur Lauw, yang masih bisa berkomunikasi di usianya itu.

Sebulan sebelumnya

Setiap sebulan menjelang Imlek, gudang dan dapur Ny Lauw Tua, sebutan bagi Siti Lauw, selalu berdenyut dari subuh hingga sore hari.

Puluhan pekerja, yang sebagian besar perempuan, memenuhi gudang depan rumah, tempat pengolahan beras ketan.

Di tempat ini, mereka menyangrai beras ketan, menumbuk, dan mengayak hingga beras itu menjadi tepung.

"Kami mulai bekerja menyangrai beras sejak pukul 03.00. Istirahat siang dan sambung lagi sore pukul 15.00. Malam pulang ke rumah," kata Umi (55), warga Kampung Melayu, Kabupaten Tangerang. Ia sudah bekerja di tempat itu sejak 20 tahun lalu.

Di gudang di belakang rumah terdapat empat ruangan luas yang dipakai untuk memasak dodol, mengukus kue keranjang, dan mengemas dua jenis kue itu.

Lauw mengatakan, ia menekuni usaha kue keranjang sejak 1962 ketika sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Saat itu, suaminya, Ouw Thio Hio, bekerja sebagai pengawas di sebuah gudang dengan gaji pas-pasan. Mereka pun harus menghidupi delapan anak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Megapolitan
DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

Megapolitan
Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Megapolitan
Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Megapolitan
Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Megapolitan
DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

Megapolitan
Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Megapolitan
Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Megapolitan
Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Megapolitan
Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Megapolitan
Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Megapolitan
DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

Megapolitan
2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X