Ahmad Dhani dan GP Ansor Berencana Temui Warga Kalijodo Hari Ini

Kompas.com - 15/02/2016, 08:55 WIB
Tampak suasana di daerah Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (11/2/2016) dini hari. Sepanjang jalan ini, banyak rumah-rumah kecil digunakan sebagai kafe dan tempat prostitusi. 


Andri Donnal PuteraTampak suasana di daerah Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (11/2/2016) dini hari. Sepanjang jalan ini, banyak rumah-rumah kecil digunakan sebagai kafe dan tempat prostitusi.
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Ahmad Dhani berencana mengunjungi kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Senin (15/2/2016) ini. Dia akan didampingi GP Ansor.

Dhani yang berniat maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta ini tertarik untuk melihat langsung kawasan yang terkenal sejak era tahun 1970-an ini.

"Aku mesti ke sana dulu. Rencananya Senin (hari ini -red) mau ke sana," kata Dhani di Jakarta, Minggu (14/2/2016).

Dhani berencana berkunjung ke Kalijodo bersama dengan pengurus GP Ansor. Mereka ingin mendengar langsung apa yang didinginkan warga terkait dengan rencana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang akan mengubah Kalijodo menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

Dhani belum mau berpendapat soal apakah Kalijodo perlu digusur seperti keinginan Ahok. Dia mengaku ingin melihat kondisi eksisting kawasan prostitusi tersebut.

"Ya, makanya lihat dulu nanti. Saya ke sana sama ormas GP Ansor, Ahmad Dhani sebagai ormas, bukan cagub," ujarnya.

"Ya, lihat-lihat saja di sana," sambungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara terpisah, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Abdul Aziz membenarkan rencana tersebut.

Pihaknya bersama Ahmad Dhani ingin berbincang dengan para penghuni Kalijodo.

"Ya, rencananya begitu. Bersama GP Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Kita ingin dengar kemauan mereka. Kita akan cek lapangan, ngobrol soal apa kemauan mereka," ucap Abdul.

Nantinya, keinginan para penghuni Kalijodo itu akan diteruskan ke Pemprov DKI.

Menurut Abdul, hingga saat ini Pemprov belum pernah duduk bersama warga di sana.

Kompas TV Inilah Sejarah Kawasan Kalijodo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Megapolitan
2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.