Ahok Lebih Senang Kasus RS Sumber Waras Dibawa ke Pengadilan

Kompas.com - 17/03/2016, 06:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hendak bersaksi di persidangan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) pada APBD Perubahan 2014, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016). TRIBUN NEWS / HERUDINGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hendak bersaksi di persidangan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) pada APBD Perubahan 2014, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bicara blak-blakan soal kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras di acara Mata Najwa, yang ditayangkan Metro TV, Rabu (16/3/2016) malam.

Menurut Basuki, dia tidak terganggu dengan persoalan itu. Basuki justru bersyukur karena kasus itu bisa membuktikan sesuatu kepada masyarakat.

"Kasus Sumber Waras membuktikan, saya orang bersih, jalan dalam nama Tuhan. Persepsi pandangan orang kan pasti berbeda, publik punya persepsi, tidak ada pejabat yang jujur," kata Basuki kepada host Mata Najwa, Najwa Shihab.

Baca: Ini Respons Ahok Tanggapi Praperadilan Kasus RS Sumber Waras

Basuki pun memberikan argumennya. Menurut dia, sejak awal rencana pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, telah jelas tercantum di Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk pembangunan di bidang kesehatan.

Dia malah mempertanyakan apa dasarnya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana menyebutnya berbohong tentang hal itu.

"Lulung (sapaan Abraham) buta huruf gitu, ya. Di KUA-PPAS sudah jelas, beli sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, tidak ada prioritas pendidikan, UPS itu tidak ada. Dia bohong, saya punya dokumennya, KUA-PPAS itu dia yang tanda-tanganin, lengkap di sana," tutur Basuki.

Baca: KPK Tak Penuhi Panggilan, Sidang Praperadilan Kasus Sumber Waras Ditunda

Basuki juga mempertanyakan hasil audit KPK terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang belum ia dapatkan sampai saat ini.

"Audit BPK ada masalah dong, sampai KPK bilang enggak ada bukti. Yang audit siapa, ya Komisi III (DPR)," ujar Basuki.

Dia juga mengaku, lebih suka kasus Rumah Sakit Sumber Waras dibawa ke pengadilan. Hal itu dikarenakan semuanya akan dibuka secara gamblang.

"Sampai hari ini, belum ada tanda-tanda hasil audit ada kerugian negara. BPK mau minta KPK audit investigasi lagi? Saya sih lebih senang bawa saja ke pengadilan," ucap Basuki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Geram hingga Reaksi Istana kala Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan...

Ketua DPRD DKI Geram hingga Reaksi Istana kala Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan...

Megapolitan
Fakta Kebakaran di Kebayoran Lama, 1 Korban Tewas karena Terkunci di Rumah

Fakta Kebakaran di Kebayoran Lama, 1 Korban Tewas karena Terkunci di Rumah

Megapolitan
Siapkah Bandara Soekarno-Hatta Cegah Virus Corona Hanya dengan 1 Kapsul Transport?

Siapkah Bandara Soekarno-Hatta Cegah Virus Corona Hanya dengan 1 Kapsul Transport?

Megapolitan
Pemkot Bogor dan Gojek Sepakat Bangun Shelter di Seputar Stasiun Bogor

Pemkot Bogor dan Gojek Sepakat Bangun Shelter di Seputar Stasiun Bogor

Megapolitan
162 Warga Jadi Korban Kebakaran di Kebayoran Lama

162 Warga Jadi Korban Kebakaran di Kebayoran Lama

Megapolitan
Usai Diselamatkan, Wanita yang Mau Bunuh Diri di JPO Sempat Benturkan Kepalanya

Usai Diselamatkan, Wanita yang Mau Bunuh Diri di JPO Sempat Benturkan Kepalanya

Megapolitan
Donny Saragih Juga Pernah Dilaporkan Kasus Penggelapan dan Penipuan ke Polda Metro Jaya

Donny Saragih Juga Pernah Dilaporkan Kasus Penggelapan dan Penipuan ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Ini Informasi Terbaru Terkait Sistem ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Informasi Terbaru Terkait Sistem ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Psikolog Ungkap Pelaku Eksibisionisme Senang jika Divideokan Korbannya

Psikolog Ungkap Pelaku Eksibisionisme Senang jika Divideokan Korbannya

Megapolitan
Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X