Kadis Pertamanan Akui Banyak Keluhan soal Pungli Pemakaman di DKI

Kompas.com - 01/04/2016, 15:00 WIB
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati usai pelantikan di Balai Kota, Jumat (3/7/2015) Kompas.com/Alsadad RudiKepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati usai pelantikan di Balai Kota, Jumat (3/7/2015)
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati mengatakan, lebih dari separuh pengaduan yang disampaikan masyarakat terkait maraknya kasus pungutan liar (Pungli).

Ditemui di Kantor Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Ratna menyebut keluhan tersebut tidak hanya ditujukan untuk satu TPU saja.

"Call center kami sekarang memang banyak menerima keluhan. Sebagian besar ya pungli ini," kata Ratna kepada Kompas.com, Jumat (1/4/2016).

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah menyelidiki oknum yang diduga melakukan pungutan liar terhadap warga. Ratna menyebut, selain ada oknum PNS yang terlibat, nyatanya pihak ketiga juga ikut "bermain" dalam bisnis pemakaman ini.

Ratna menyebut, pihaknya bersama kepolisian telah bekerjasama untuk melacak keberadaan oknum tersebut.

"Kami tanyakan ke ahli warisnya, di mana dimakamkan, lalu bertemu dengan siapa. Nanti dibuatkan BAP-nya," kata Ratna. (Baca: Jika Ada Pungli di Pemakaman, Laporkan ke Nomor Ini)

Jika tertangkap, selain diproses, pelaku juga akan diminta untuk mengembalikan seluruh uang yang diterimanya.

"Kami akan lakukan Operasi Cipta Kondisi, kami ingin memutus akarnya," jelas Ratna.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Ditusuk Hingga Tewas, Pentolan Geng Copet Pernah Suruh Temannya Tusuk Tersangka

Sebelum Ditusuk Hingga Tewas, Pentolan Geng Copet Pernah Suruh Temannya Tusuk Tersangka

Megapolitan
Geng Copet Tamansari Kerap Beraksi di Halte TransJakarta

Geng Copet Tamansari Kerap Beraksi di Halte TransJakarta

Megapolitan
Sepekan Operasi Yustisi PSBB, Pemprov DKI Peroleh Rp 22,7 Juta dari Denda Pelanggar

Sepekan Operasi Yustisi PSBB, Pemprov DKI Peroleh Rp 22,7 Juta dari Denda Pelanggar

Megapolitan
Siaga 1, Air Kiriman dari Katulampa Diprediksi Tiba di Jakarta 8-12 Jam ke Depan

Siaga 1, Air Kiriman dari Katulampa Diprediksi Tiba di Jakarta 8-12 Jam ke Depan

Megapolitan
Klaster Keluarga Bertambah, Kini Ada 2.815 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

Klaster Keluarga Bertambah, Kini Ada 2.815 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 21 September: Tambah 8 Kasus, 140 Pasien Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 21 September: Tambah 8 Kasus, 140 Pasien Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Katulampa Siaga 1, Lurah di Jaksel Imbau Warga Waspada Banjir

Katulampa Siaga 1, Lurah di Jaksel Imbau Warga Waspada Banjir

Megapolitan
Katulampa Siaga 1 Hanya dalam Satu Jam, Warga Bantaran Ciliwung Waspada Banjir Kiriman

Katulampa Siaga 1 Hanya dalam Satu Jam, Warga Bantaran Ciliwung Waspada Banjir Kiriman

Megapolitan
Airin Putuskan PSBB Tangsel Berlaku Sebulan Kedepan

Airin Putuskan PSBB Tangsel Berlaku Sebulan Kedepan

Megapolitan
Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Jakarta Diminta Waspada

Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Jakarta Diminta Waspada

Megapolitan
Warga Depok Sekitar Ciliwung Siaga Banjir, Air dari Katulampa Diprediksi Tiba Pukul 21.00-23.00

Warga Depok Sekitar Ciliwung Siaga Banjir, Air dari Katulampa Diprediksi Tiba Pukul 21.00-23.00

Megapolitan
Hujan Deras, Bendungan Katulampa Bogor Berstatus Siaga 1

Hujan Deras, Bendungan Katulampa Bogor Berstatus Siaga 1

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Pegawai Lapas Terkait Kaburnya Bandar Narkoba di Tangerang

Polisi Periksa 4 Pegawai Lapas Terkait Kaburnya Bandar Narkoba di Tangerang

Megapolitan
Pemkab Bekasi Akan Tambah 200 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Kawasan Jababeka

Pemkab Bekasi Akan Tambah 200 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Kawasan Jababeka

Megapolitan
Hilangkan Bau Potongan Jasad Korban, Pelaku Mutilasi Tuangkan Kopi dan Parfum

Hilangkan Bau Potongan Jasad Korban, Pelaku Mutilasi Tuangkan Kopi dan Parfum

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X