Ini Penjelasan KPU DKI soal Wacana Calon Perseorangan Pakai Meterai

Kompas.com - 20/04/2016, 14:37 WIB
Ilustrasi pemungutan suara pilkada. KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAPIlustrasi pemungutan suara pilkada.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno mengatakan draf Perubahan Kedua atas Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak memberatkan calon independen atau perseorangan.

Di dalam Pasal 14 ayat 8 disebutkan bahwa meterai dibubuhkan pada perseorangan dalam surat pernyataan dukungan. Atau meterai dibubuhkan pada dokumen kolektif per desa atau kelurahan, dalam surat pernyataan dukungan dihimpun kolektif per desa atau kelurahan.

"Selama ini dukungan perseorangan dilakukan secara kolektif disusun kelurahan. Nah tiap kelurahan meterainya satu," kata Sumarno kepada Kompas.com, Rabu (20/4/2016).

Faktanya di lapangan, dukungan kepada calon perseorangan tidak selalu dilakukan bersama dan disusun di kelurahan. Dia mencontohkan model dukungan perseorangan oleh "Teman Ahok".

Jika draf ini sudah disahkan, maka timnya (komunitas Teman Ahok) hanya tinggal membagi formulir per kelurahan. (Baca: Ahok Tidak Akan Ikut Pilkada jika KPU Terapkan Aturan Bermeterai)

"Jadi bukan seperti yang diwacanakan, dukungan minimal 532.000 KTP, terus harus mengumpulkan meterai segitu banyak, habis sampai berapa miliar. Meterai hanya satu per kelurahan," kata Sumarno.

Nantinya meterai tiap kelurahan itu akan ditandatangani oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. (Baca: KPU Ingin Dukungan Bakal Calon Perseorangan Pakai Meterai)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika persebaran dukungan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Heru Budi Hartono ada di 267 kelurahan. "Berarti 267 formulir plus meterai," kata Sumarno.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proyek Tambal Sulam Sumur Resapan Jakarta dan Instruksi Anies

Proyek Tambal Sulam Sumur Resapan Jakarta dan Instruksi Anies

Megapolitan
UPDATE: Tambah 4 Kasus di Tangsel, 43 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 4 Kasus di Tangsel, 43 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 14 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 14 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jakarta Hujan Siang-Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jakarta Hujan Siang-Sore

Megapolitan
Ganjil Genap Depok, Saat Warga Keluhkan Kemacetan di Luar Margonda

Ganjil Genap Depok, Saat Warga Keluhkan Kemacetan di Luar Margonda

Megapolitan
Aturan Masuk Indonesia bagi WNI dan WNA yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Aturan Masuk Indonesia bagi WNI dan WNA yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 29 Sumur Resapan di Lebak Bulus Akan Dilubangi | Uji Coba Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan

[POPULER JABODETABEK] 29 Sumur Resapan di Lebak Bulus Akan Dilubangi | Uji Coba Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan

Megapolitan
UPDATE: 43 Kasus Baru di Jakarta, Satu Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: 43 Kasus Baru di Jakarta, Satu Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
6 Gerbong Kereta Masih di Sekitar Lokasi Anjlok, Perjalanan KRL Tak Terganggu

6 Gerbong Kereta Masih di Sekitar Lokasi Anjlok, Perjalanan KRL Tak Terganggu

Megapolitan
3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Megapolitan
Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Megapolitan
Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Megapolitan
Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.