Kompas.com - 22/04/2016, 09:39 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung saat ditemui di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/4/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung saat ditemui di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/4/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana berpendapat, banyak anak muda yang kecewa melihat banyaknya tokoh politik terlibat kasus.

Hal ini dia sampaikan di depan anak muda Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Menurut Lulung, anak muda sering lupa bahwa tokoh politik yang mereka lihat di televisi itu merupakan oknum. Padahal, kata Lulung, masih banyak politisi yang memiliki gagasan dan niat baik untuk membangun Jakarta. Lulung pun mengajak anak muda untuk tidak apatis terhadap politik.

"Saya harap, yuk terutama anak muda nih, gunakan hak suaranya. Jangan sampai kita tidur pas pilkada," ujar Lulung dalam sebuah diskusi di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2016).

"Misalnya nanti dibangunin emaknya, 'Bangun lu tong, noh nusuk di pilkada'. Anaknya enggak mau karena lihat yang korup di TV, eh emaknya jadi ikut enggak milih. Udah dua suara tuh yang hilang jadinya," tambah dia.

Pada Pilkada DKI 2012, kata Lulung, Fauzi Bowo bukan hanya dikalahkan oleh Jokowi. Foke, sapaan Fauzi Bowo, juga kalah dengan warga yang tidak memilih. Jika tidak ada warga yang golput saat itu, Lulung yakin Jokowi belum pasti menang.

"Pak Foke kalah dengan kita. Kok kita? Karena kita yang sehat tidak datang ke TPS. Mereka yang sakit didorong pakai kursi roda buat memilih di TPS. Kita yang dekat malah enggak dateng. Kita siapa? Ya kita yang golput ini," ujar Lulung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Lulung: Gua Yakin, Ahok Takut ke Pengadilan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.