Kanit Samsat Jaktim: Tak Ada Pemaksaan, Para Calo Hanya Tawarkan Jasa

Kompas.com - 02/05/2016, 15:05 WIB
Calo di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Timur kembali diringkus aparat kepolisian saat kedapatan beroperasi di samsat tersebut. Sebanyak 10 calo diamankan dalam operasi yang digelar hari ini. Senin (2/5/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusCalo di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Timur kembali diringkus aparat kepolisian saat kedapatan beroperasi di samsat tersebut. Sebanyak 10 calo diamankan dalam operasi yang digelar hari ini. Senin (2/5/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian belum menemukan adanya unsur pemaksaan yang dilakukan oleh sekitar 10 orang calo yang diringkus dalam operasi bersih calo hari ini. Para calo ini disebut hanya menawarkan jasa pengurusan kepada pengunjung samsat.

"Sementara tidak ada pemaksaan, mereka hanya tawarkan jasa," kata Kepala Unit Samsat Jakarta Timur Ajun Komisaris Beddy Suwendi, kepada wartawan di kantor Samsat Jakarta Timur, Senin (2/5/2016).

Hasil interogasi pihaknya, para calo itu mengaku mengambil tarif lebih sekitar Rp 30.000 kepada pengunjung samsat yang datang. Pihaknya berharap, pengunjung samsat tidak memanfaatkan jasa calo untuk mengurus surat kendaraan.

"Kami imbau masyarakat tidak usah mau diiming-imingi. Tidak usah repot menyuruh orang. Kalau tidak paham, bisa bertanya di pos pengaduan yang ada di pintu masuk pelayanan," ujar Beddy.

Soal kemungkinan keterlibatan orang dalam, Beddy mengatakan pihaknya masih mendalami. "Sampai saat ini orang dalam belum ada, masih kita dalami," ujar Beddy.

Operasi bersih calo itu, menurut dia, masih akan berlanjut tanpa batas waktu. Sejak tanggal 14 Maret 2016 kemarin, pihaknya telah mengamankan 11 orang calo. Total sudah 21 orang calo yang diamankan.

Para calo yang hari ini diamankan tersebut akan didata dan difoto. Mereka juga akan diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar kualitas pelayanan publik ditingkatkan. Presiden tidak ingin rakyat mengeluh tentang pelayanan yang lamban, berbelit-belit, dan diwarnai pungutan liar (pungli).

Jokowi mengatakan, dia akan membentuk tim khusus untuk memantau situasi pelayanan publik. Pelayanan itu mencakup KTP elektronik, SIM, STNK, BPKB, akta lahir, akta nikah, izin usaha, hingga paspor.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X