Warga Dadap Minta Kepastian Hukum Kampung Deret yang Dijanjikan Bupati Tangerang

Kompas.com - 12/05/2016, 15:34 WIB
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memberi penjelasan usai rapat koordinasi terkait penertiban lokalisasi Dadap, Kabupaten Tangerang, Senin (14/3/2016). 


Andri Donnal PuteraBupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memberi penjelasan usai rapat koordinasi terkait penertiban lokalisasi Dadap, Kabupaten Tangerang, Senin (14/3/2016).
|
EditorIndra Akuntono

TANGERANG, KOMPAS.com - Warga Kampung Baru Dadap melalui kuasa hukumnya dari LBH Jakarta, Tigor Hutapea, meminta kepastian hukum tentang kompensasi penertiban tempat tinggal mereka dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dalam pertemuan di Polda Metro Jaya, Rabu (11/5/2016) berjanji akan membangun kampung deret bagi nelayan yang terdampak penertiban di Dadap.

"Awalnya kan solusi yang ditawarkan itu berupa kos-kosan, tapi itu enggak layak, jauh di bawah tempat tinggal nelayan yang sekarang, kayak bedeng-bedeng gitu. Makanya pas Bupati nawarin kampung deret kemarin, kami minta kepastian hukumnya, harus ada hitam di atas putih," kata Tigor saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/5/2016).

Janji Zaki kepada warga Kampung Baru Dadap sejak awal sosialisasi hingga kini telah berubah beberapa kali. Zaki pernah menjanjikan untuk memberikan unit rumah susun di daerah Rawa Bokor yang dapat ditinggali sementara waktu setelah Dadap ditertibkan.

Tidak lama kemudian, rencana itu berubah lagi, yakni menawarkan 400 rumah kontrakan bagi 387 kepala keluarga (KK) di Kampung Baru Dadap yang terdampak penertiban.

Setelah warga menolak pemberian Surat Peringatan Kedua (SP-2) pada Selasa (10/5/2016) kemarin, baru muncul pernyataan soal kampung deret khusus nelayan.

Menanggapi perbedaan informasi seperti itu, warga Dadap mengaku bingung dan menganggap belum ada persiapan matang dari Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait rencana penertiban tersebut.

"Pemkab Tangerang tidak transparan kepada warga. Warga mencari kepastian, jangan sampai nasib mereka digantungkan begitu saja, apalagi hidup mereka kan ada di laut, dari melaut. Kalau dipindah ke tempat yang jauh, akan kesulitan," tutur Tigor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Megapolitan
Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Megapolitan
Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X