Kompas.com - 24/06/2016, 09:22 WIB
Wakil Ketua Organizing Committe Munaslub Partai Golkar Yorrys Raweyai menyesalkan munculnya isu bahwa Pemerintah telah memberikan dukungan kepada salah satu calon ketua umum yang maju pada Munaslub 13-17 Mei 2016 mendatang  Dia pun mengatakan kecewa karena isu tersebut justru muncul dari kader internal Partai Golkar. Kekecewaan tersebut ia utarakan sebelum bertemu Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenko Polhukam, Senin (9/5/2016). Kristian ErdiantoWakil Ketua Organizing Committe Munaslub Partai Golkar Yorrys Raweyai menyesalkan munculnya isu bahwa Pemerintah telah memberikan dukungan kepada salah satu calon ketua umum yang maju pada Munaslub 13-17 Mei 2016 mendatang Dia pun mengatakan kecewa karena isu tersebut justru muncul dari kader internal Partai Golkar. Kekecewaan tersebut ia utarakan sebelum bertemu Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenko Polhukam, Senin (9/5/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar DKI Jakarta Yorrys Roweyai mengatakan, partainya akan membantu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat verifikasi data faktual kartu tanda penduduk (KTP) nanti.

Bantuan itu, kata dia, merupakan komitmen Golkar dalam mendukung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kami akan bantu advokasi tentang peraturan. Seperti sekarang ini verifikasi faktual. Kan ada ketentuan. Itu hanya berlaku untuk perseorangan. Kami dengan infrastruktur yang ada bisa mempermudah (verifikasi faktual)," kata Yorrys di Populi Center, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

(Baca juga: Jika Ahok Diusung Parpol, Golkar Tak Paksakan soal Cawagub)

Golkar, kata Yorrys, akan menerjunkan mesin partai hingga tingkat RT dalam membantu verifikasi tersebut. Yorrys berharap, bantuan dari Golkar ini bisa memuluskan jalan Ahok menuju Pilkada DKI 2017.

"Kan kami harus acu aturan PKPU. Apakah proses verifikasi faktual random atau menghadap, kan belum tahu. Pasti akan digerakkan mesin partai," sambung Yorrys.

Ia juga mengatakan, partainya tak akan menggugat aturan soal verifikasi faktual yang sudah direvisi DPR dalam Undang-Undang tentang Pilkada.

Menurut dia, aturan tersebut harus ditaati bila seseorang ingin maju lewat jalur perseorangan.

Rencananya, pada Jumat ini, DPP Golkar akan memberikan SK dukungan mereka kepada Ahok di kantor DPD Golkar DKI Jakarta.

(Baca juga: Golkar Janji Akan Penuhi Syarat "Teman Ahok")

Golkar memiliki sembilan kursi di DPRD DKI Jakarta. Selain Golkar, Nasdem dan Hanura juga mendukung Ahok.

Totalnya, Ahok mengumpulkan 24 kursi dukungan di DPRD DKI Jakarta. Dengan demikian, dia bisa maju melalui jalur parpol pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Kompas TV Ahok: Saya Rela Tak Dipilih Gapapah Juga
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penularan Covid-19, Orangtua Diminta Tak Paksa Anak ke Sekolah Jika Mengeluh Sakit

Cegah Penularan Covid-19, Orangtua Diminta Tak Paksa Anak ke Sekolah Jika Mengeluh Sakit

Megapolitan
Saat Menhan Prabowo Ziarah Makam Pahlawan dan Bicara Soal Kemerdekaan

Saat Menhan Prabowo Ziarah Makam Pahlawan dan Bicara Soal Kemerdekaan

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK 2 Digerebek, Pekerjakan Anak di Bawah Umur, 99 Orang Diamankan

Kantor Pinjol Ilegal di PIK 2 Digerebek, Pekerjakan Anak di Bawah Umur, 99 Orang Diamankan

Megapolitan
Viral Pemain Sepakbola di Muara Angke Disebut Rusak Bangunan, Ini Kronologinya

Viral Pemain Sepakbola di Muara Angke Disebut Rusak Bangunan, Ini Kronologinya

Megapolitan
Kurir Bawa Ganja 17 Kg Ditangkap, Dibayar Rp 1 Juta per Kg, 2 Pengendali Masih Diburu

Kurir Bawa Ganja 17 Kg Ditangkap, Dibayar Rp 1 Juta per Kg, 2 Pengendali Masih Diburu

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digrebek Polisi, Pegawai: Kami Enggak Merugikan

Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digrebek Polisi, Pegawai: Kami Enggak Merugikan

Megapolitan
Akses Jalan Pengganti Imbas Tol Cijago 2 Tak Sesuai Harapan, Warga Protes

Akses Jalan Pengganti Imbas Tol Cijago 2 Tak Sesuai Harapan, Warga Protes

Megapolitan
Dinkes DKI: Siswa yang Keluarganya Masih Positif Covid-19 Dilarang Ikut Sekolah Tatap Muka

Dinkes DKI: Siswa yang Keluarganya Masih Positif Covid-19 Dilarang Ikut Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun: Anak-anaknya Masih Terpukul, Nangis-nangis

Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun: Anak-anaknya Masih Terpukul, Nangis-nangis

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Tambah 368 Kasus Positif di Kota Tangerang, 1.372 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 26 Januari: Tambah 368 Kasus Positif di Kota Tangerang, 1.372 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak di Tangsel, PTM Masih 100 Persen di Saat WFO Dibatasi 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak di Tangsel, PTM Masih 100 Persen di Saat WFO Dibatasi 50 Persen

Megapolitan
Karyawan Pinjol di PIK Tagih Utang ke 100 Nasabah Sehari, Gaji Rp 5 Juta per Bulan

Karyawan Pinjol di PIK Tagih Utang ke 100 Nasabah Sehari, Gaji Rp 5 Juta per Bulan

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Kasus Covid-19 di Depok Naik 448 dalam Sehari, 1 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Januari: Kasus Covid-19 di Depok Naik 448 dalam Sehari, 1 Pasien Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 444 Dalam Sehari

UPDATE 26 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 444 Dalam Sehari

Megapolitan
Cerita Ibu Dua Anak Tergiur jadi Karyawan Pinjol Ilegal di PIK Demi Buah Hati, Berujung Ditangkap Polisi

Cerita Ibu Dua Anak Tergiur jadi Karyawan Pinjol Ilegal di PIK Demi Buah Hati, Berujung Ditangkap Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.