Kemenkes Selidiki Keterlibatan Rumah Sakit Terkait Pemakaian Vaksin Palsu

Kompas.com - 18/07/2016, 11:02 WIB
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono (baju putih sedang mengangkat tangan) dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nilla F Moeloek (kanan Kabareskrim) mendatangi klinik Bidan M Elly Novita S yang terletak di jalan Raya Centex, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (30/6/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusKepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono (baju putih sedang mengangkat tangan) dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nilla F Moeloek (kanan Kabareskrim) mendatangi klinik Bidan M Elly Novita S yang terletak di jalan Raya Centex, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (30/6/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nilla F Moeloek, menyatakan kasus vaksin palsu sedang diselidiki apakah hanya dilakukan oknum tenaga medis atau melibatkan pihak rumah sakit.

Menurut Nilla, proses hukum yang berjalan atas kasus vaksin palsu ini ke depannya akan mengungkap hal tersebut.

"Dalam hal ini harus diteliti sampai ke pengadilan siapa sebenarnya, apakan dia oknum atau manajemennya juga ikut," kata Nilla.

Hal itu disampaikan Nilla usai mendampingi Presiden RI Joko Widodo yang meninjau Puskesmas Kecamatan Ciracas, di Jakarta Timur, Senin (18/7/2016) pagi.

Sanksi bagi yang terlibat vaksin palsu, menurut dia, akan ditentukan oleh pengadilan. Untuk itu, Nilla meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis terkait masalah ini.

"Saya kira, masyarakat tadi sudah Bapak Presiden bilang, tenang dulu, jangan kita anarkis, jangan kita juga panik dalam hal ini," ujarnya.

Masyarakat diminta tenang agar dapat mengutamakan pengecekan vaksin ulang bagi yang anaknya terindikasi mendapat vaksin palsu. Pemerintah, kata dia, menyediakan lokasi vaksin ulang di setiap kecamatan atau di rumah sakit umum daerah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya ini program pemerintah yang diberikan vaksinasi ini di pukesmas dan rumah sakit pemerintah, dan vaksin itu asli dari Biofarma, dan gratis," ujar Nilla.

Adapun masyarakat menurutnya dapat menghubungi untuk pengaduan atau informasi di Kemenkes ke nomor 1500567 Halo Kemenkes. Nilla menjamin pihaknya akan membantu melayani masyarakat yang menghubungi Kemenkes.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Megapolitan
Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Megapolitan
Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Megapolitan
19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

Megapolitan
Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Megapolitan
Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Megapolitan
Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Megapolitan
Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Megapolitan
Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Megapolitan
Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Megapolitan
Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Megapolitan
Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X