Kompas.com - 01/09/2016, 07:07 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat berbincang dengan pewarta di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016) pagi. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERACalon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat berbincang dengan pewarta di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016) pagi.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengaku punya sejumlah strategi untuk mengatasi banjir di Jakarta. Ia akan menerapkan strategi itu jika dirinya terpilih menjadi gubernur dalam Pilkada DKI 2017.

Langkah pertama adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.  Selain itu, nanti masayarakat akan diberikan edukasi agar sampah-sampah tersebut bisa bermanfaat dengan cara mendaur ulangnya.

Langkah kedua adalah banjir di Jakarta harus diselesaikan dari hulunya. Untuk itu, Sandiaga akan bekerja sama dengan daerah penyangga Jakarta dalam memunculkan inovasi agar air tidak langsung masuk ke Jakarta.

"Bagaimana kita bisa bekerja dengan daerah lain dengan memunculkan terobosan-terobosan supaya jumlah debit air itu tidak sekaligus tetapi ada proses sebelum masuk ke Jakarta dan dilakukan rekayasa-rekayasa," kata Sandiaga di Palmerah, Jakarta, Rabu (31/8/2016) malam.

Ia mengaku akan melakukan perawatan aliran sungai di Jakarta. Selain dilebarkan, dia akan melakukan pengerukan pada sungai yang dangkal. Hal itu dilakukan agar saat hujan deras air sungai tidak meluap.

Terkait adanya permukiman penduduk di bantaran sungai, Sandiaga mengatakan dia akan merelokasi mereka. Namun mereka terlebih dahulu akan disosialisasi secara baik-baik agar mereka paham.

Menurut dia, kepentingan umum harus lebih didahulukan daripada kepentingan individu. Ia mengatakan akan memberikan kompensasi yang setimpal bagi warga yang terkena gusur. Warga tersebut juga akan disediakan Rusunami.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami harus sosialisasi dengan baik untuk dipindahkan ke tempat-tempat yang lebih baik dan memberikan kompensasi yang baik, baik dari segi ekonomi maupun aspek sosialnya," kata dia.

Tentang adanya wilayah resapan air yang beralih fungsi seperti di Kemang, Sandiaga mengatakan, dia akan melakukan pembicaraan dengan cara baik-baik dengan para pengusaha. Ia yakin, jika dibicarakan secara baik-baik pihak swasta pasti mengerti dan mau direlokasi.

"Saya juga punya hotel di Kemang, saya akan bicara, tentunya kita harus fair. Kalau memang mengganggu, ya harus direlokasi, diajak bicara bahwa sekarang ini memang harus dilakukan perubahan, saya rasa mereka pasti mendukung kok," kata Sandiaga.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IGD dan Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Tangerang Penuh

IGD dan Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Tangerang Penuh

Megapolitan
DKI Jakarta Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan untuk Pengendalian Covid-19

DKI Jakarta Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan untuk Pengendalian Covid-19

Megapolitan
Jalan Raya Jatimulya Bekasi Rusak Parah, Pengendara Sering Terjatuh

Jalan Raya Jatimulya Bekasi Rusak Parah, Pengendara Sering Terjatuh

Megapolitan
Jakarta Sedang Tidak Baik-baik Saja, Ini Sebaran Zona Merah di DKI

Jakarta Sedang Tidak Baik-baik Saja, Ini Sebaran Zona Merah di DKI

Megapolitan
Epidemiolog Kritik Strategi Jokowi soal Herd Immunity di Jakarta

Epidemiolog Kritik Strategi Jokowi soal Herd Immunity di Jakarta

Megapolitan
Polri Ingin Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Dibongkar, Ini Komentar Ombudsman Jakarta

Polri Ingin Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Dibongkar, Ini Komentar Ombudsman Jakarta

Megapolitan
Alarm dari Tangsel, RS Hampir Penuh hingga Pasien Covid-19 Sulit Dapat Ruang Perawatan

Alarm dari Tangsel, RS Hampir Penuh hingga Pasien Covid-19 Sulit Dapat Ruang Perawatan

Megapolitan
Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Kemayoran Jadi 5.812 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Kemayoran Jadi 5.812 Orang

Megapolitan
Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Megapolitan
Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Megapolitan
Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Megapolitan
Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Megapolitan
Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X