Pengacara Sebut Pelaku Penyekapan di Pondok Indah Dapat Senjata dari Pensiunan Polisi dan TNI AL

Kompas.com - 05/09/2016, 22:58 WIB
Salah seorang pelaku perampokan dan penyanderaan di sebuah rumah di Jalan Bukit Hijau 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (03/09/2016), saat dibawa ke Mapolda Metro Jaya. KOMPAS.COM/KAHFI DIRGA CAHYA dan DOK. KOMPAS TVSalah seorang pelaku perampokan dan penyanderaan di sebuah rumah di Jalan Bukit Hijau 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (03/09/2016), saat dibawa ke Mapolda Metro Jaya.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami insiden penyekapan Asep Sulaiman dan keluarganya yang tinggal di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Satu pelanggaran yang jelas terbukti baru terkait kepemilikan senjata api serta amunisi oleh pelaku penyekapan, AJS.

Kuasa hukum AJS, Apolos Jarabonga, awalnya mengatakan bahwa kliennya memang bersalah atas kepemilikan senjata api yang tak berizin itu.

(Baca juga: Penyekapan di Pondok Indah, Pengakuan Tersangka dan Korban Berbeda)

Namun, Apolos kemudian menyatakan bahwa kliennya mendapat senjata api itu secara sah.

"Dari info yang tadi saya dapat (BAP pelaku), tapi saya lupa inisialnya itu dari oknum polisi yang sudah pensiun dan angkatan laut. Jadi ada dua orang yang menawarkan dia ini," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Senin malam (5/9/2016).

"Dia (pelaku) membelinya dengan sah, ada surat keterangan dari penjual," lanjut dia.

Adapun AJS diakui sebagai bekas pegawai outsource di perusahaan produksi minyak dan gas asal Amerika, PT EM. Ia pernah bertugas sebagai pengawal Asep Sulaiman, yang menjadi target penyanderaan.

AJS belum lama mengundurkan diri untuk mengikuti ujian pengacara. "Dia juga pengusaha, dia ini bisnis jual beli mobil atau apa saya lupa. Bisnisnya itu dari tangan ke tangan," kata Apolos.

AJS dan SU, yang disebut sebagai sopir AJS, menyandera Asep Sulaiman dan keluarganya yang tinggal di Jalan Bukit Hijau IX nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/9/2016) pagi.

Aksi tersebut diketahui setelah salah satu warga mendengar teriakan meminta pertolongan dari pekerja rumah tangga (PRT) di tempat tinggal tersebut.

Sekitar pukul 10.30 WIB, salah seorang PRT berhasil melarikan diri dari penyanderaan setelah diminta untuk membuatkan mi.

(Baca juga: Pengacara Pelaku Penyekapan Pondok Indah: Tidak Ada Perampokan)

Petugas kepolisian akhirnya meringkus dua pelaku perampokan dan penyanderaan, pukul 14.14 WIB.

Ketika dibekuk, AJS sempat mengaku sebagai pengacara Asep. AJS dan SU kini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Diduga, ada tiga orang lainnya yang terlibat dalam aksi ini dan masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Bertambah 344 Kasus Covid-19 di Jakarta, Lonjakan Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Megapolitan
5 Fakta Persidangan Kasus Pembobolan Rekening Ilham BIntang

5 Fakta Persidangan Kasus Pembobolan Rekening Ilham BIntang

Megapolitan
Lebih Aman dan Nyaman Jalani Masa Transisi dengan Protokol J3K dari Gojek

Lebih Aman dan Nyaman Jalani Masa Transisi dengan Protokol J3K dari Gojek

BrandzView
5 Fakta Aksi Perusakan dan Penganiayaan oleh Anggota PPSU, Berawal dari Karaoke

5 Fakta Aksi Perusakan dan Penganiayaan oleh Anggota PPSU, Berawal dari Karaoke

Megapolitan
Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel, Polisi: Info Keluarga Tidak Ada Masalah

Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel, Polisi: Info Keluarga Tidak Ada Masalah

Megapolitan
UPDATE Grafik 8 Juli Depok: 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE Grafik 8 Juli Depok: 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Tak Lolos PPDB Jakarta, Pelajar Peraih Ratusan Penghargaan Akhirnya Putus Sekolah

Tak Lolos PPDB Jakarta, Pelajar Peraih Ratusan Penghargaan Akhirnya Putus Sekolah

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Hujan Guyur Bekasi Siang dan Sebagian Jakarta Malam Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Hujan Guyur Bekasi Siang dan Sebagian Jakarta Malam Nanti

Megapolitan
Menyantap Bubur Ayam Barito untuk Kali Pertama di Masa Pandemi Covid-19

Menyantap Bubur Ayam Barito untuk Kali Pertama di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
Percobaan Perampokan Sadis di Bekasi, Pelaku Terlilit Hutang

Percobaan Perampokan Sadis di Bekasi, Pelaku Terlilit Hutang

Megapolitan
Anggota PPSU Rusak Kantor Satpel LH Mampang Prapatan, Polisi: Salah Paham Saja

Anggota PPSU Rusak Kantor Satpel LH Mampang Prapatan, Polisi: Salah Paham Saja

Megapolitan
Pengelola: Pengembangan Fasilitas Ancol Dilakukan Supaya Orang Tak Perlu ke Luar Negeri

Pengelola: Pengembangan Fasilitas Ancol Dilakukan Supaya Orang Tak Perlu ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 8 Juni: Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Pasien Sembuh Bertambah 2

UPDATE 8 Juni: Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Pasien Sembuh Bertambah 2

Megapolitan
Fasilitas di Atas Lahan Reklamasi Ancol Bakal Dibangun pada 2021

Fasilitas di Atas Lahan Reklamasi Ancol Bakal Dibangun pada 2021

Megapolitan
Kuasa Hukum: Korban Pencabulan oleh Pejabat Gereja di Depok Bertambah Jadi 21 Anak

Kuasa Hukum: Korban Pencabulan oleh Pejabat Gereja di Depok Bertambah Jadi 21 Anak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X