Kompas.com - 14/10/2016, 20:23 WIB
Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni di DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016). Kahfi Dirga CahyaBakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni di DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni secara tidak langsung menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal pembuatan aturan di Jakarta.

Menurut Sylvi, pemerintahan Ahok lebih banyak membuat peraturan gubernur (pergub) daripada peraturan daerah (perda). Padahal, tingkatan perda lebih tinggi daripada pergub.

"Kenapa hari ini lebih banyak pergub daripada perda-nya? (karena) Harmonisasi antara eksekutif dan legislatif belum baik," kata Sylviana di DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).

Mantan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta ini memaparkan, pemerintah daerah merupakan eksekutif bersama legislatif. Oleh karena itu, harus ada harmonisasi antara dua lembaga itu.

Ia mengatakan, bila ada kepentingan khusus dari salah satu pihak, maka harus diungkap ke publik. Tujuannya agar terlihat siapa yang bermasalah, eksekutif atau legislatif.

"Bukan kalau tidak sesuai, 'Oh jalan aja dengan pergub'. Masa begitu? Ini adalah keharmonisan antara legislatif dan eksekutif," tambah Sylvi. (Baca: Ahok: Tidak Ada Perda Lebih Bagus, Pergub Saja)

Bakal cawagub dari Agus Harimurti ini menambahkan, bila legislatif bermasalah, maka harus dibuka. Ia menyatakan kini tak perlu lagi takut. Pasalnya, semua sudah open data dan sistematis lewat informasi teknologi.

"Why, takut? Anggota dewan juga malu kalau mau macem-macem karena semua sudah on the track. Sekarang APBD kita (Pemprov DKI) terbuka sampai rekening terkecil," tegas Sylvi.

Kompas TV Sylviana Murni Mengikuti Pengajian
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Megapolitan
Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.